TVRINews, Bali
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan peninjauan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan di Bali pada Minggu, 7 Juni 2026 hari ini. Dalam kunjungan tersebut, Presiden melakukan berdialog langsung dengan sejumlah orang tua dan calon siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Suasana haru mewarnai pertemuan ketika Ni Nyoman Martini bersama putrinya, Kadek Dwi Lestari, menyampaikan rasa syukur karena anaknya mendapatkan kesempatan bersekolah melalui program tersebut.
Dengan suara bergetar, Ni Nyoman Martini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Prabowo, saya sudah mau anak saya sekolah di sini. Mengucapkan terima kasih,” ucapnya sambil menahan haru.
Dalam dialog yang dipandu Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, terungkap bahwa ayah Kadek bekerja sebagai buruh bangunan. Gus Ipul kemudian meminta Nyoman Martini menyampaikan langsung harapannya kepada Presiden.
“Terima kasih Bapak, anak saya sudah mau masuk sekolah,” kata Nyoman Martini kepada Prabowo.
Presiden pun memberikan pesan singkat kepada calon siswa tersebut.
“Iya, nanti belajar yang baik ya,” ujar Prabowo.
Saat ditanya mengenai cita-citanya, Kadek Dwi Lestari yang kini berusia 16 tahun mengaku ingin menjadi guru tari.
“Cita-cita jadi guru penari,” jawab Kadek.
Mendengar jawaban tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi.
“Bagus sekali, bagus sekali,” kata Presiden Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga memperkenalkan calon siswa lain bernama Ni Kadek Ariani yang sempat putus sekolah selama dua tahun setelah lulus sekolah dasar.
Di hadapan Presiden Prabowo, Ariani mengaku sangat bersyukur karena akhirnya memperoleh kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan.
“Saya berterima kasih sekali sama Pak Prabowonya. Saya kepengin sekali dari dulu sekolah. Saya sudah tamat SD, dua tahun sudah enggak sekolah. Terus ada pengawasnya ke rumah diminta sekolah, saya kepengin sekali sekolah itu,” tuturnya.
Ariani menjelaskan bahwa ayahnya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu.
“Ayah saya kerjanya petani. Gajinya itu seratus ribu per hari, kadang-kadang juga di bawahnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya Sekolah Rakyat yang memberinya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya berterima kasih sekali sama Pak Prabowonya sudah mau bikin sekolah,” kata Ariani.
Selain itu, Gus Ipul menjelaskan bahwa para calon siswa yang hadir merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang telah terjangkau program Sekolah Rakyat dan kini mendapatkan akses pendidikan yang sebelumnya sulit mereka peroleh.










