TVRINews, Bali
Pemerintah terus memperluas program Sekolah Rakyat melalui pembangunan gedung permanen di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan saat ini pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen tengah berlangsung dan sebagian besar telah menunjukkan progres signifikan.
"Sekarang sedang dibangun gedung permanen Sekolah Rakyat sesuai arahan Presiden. Ada 93 titik yang sedang berproses dan beberapa di antaranya sudah mendekati tahap penyelesaian," kata Gus Ipul saat memberikan laporan kepada Presiden di Tabanan, Bali, Minggu, 7 Juni 2026.
Salah satu lokasi pembangunan berada di Kabupaten Karangasem, Bali. Gedung tersebut nantinya akan menggantikan fasilitas Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini beroperasi di Tabanan.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat permanen di Karangasem dirancang untuk menampung sekitar 270 siswa. Namun jumlah peserta didik yang telah terjangkau saat ini sudah melebihi 400 orang, terutama untuk jenjang SMP dan SMA.
"Animo masyarakat sangat tinggi. Untuk jenjang SMP dan SMA jumlah calon peserta didik bahkan sudah melampaui kapasitas yang tersedia," ujarnya.
Ia menjelaskan pembangunan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum telah mencapai hampir 80 persen. Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang kelas modern, asrama siswa dan guru, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, hingga fasilitas kegiatan ekstrakurikuler.
"Tahun depan kami merencanakan pembangunan lebih dari 100 sekolah lagi sehingga kapasitas penerimaan siswa dapat meningkat secara signifikan," kata Gus Ipul.
Selain peningkatan akses pendidikan, pemerintah juga menekankan pentingnya pembentukan karakter di lingkungan Sekolah Rakyat. Gus Ipul menegaskan praktik perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi tidak akan ditoleransi.
"Bullying, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan intoleransi dilarang keras. Siapa pun yang melanggar akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Dengan pembangunan sekolah permanen tersebut, pemerintah menargetkan lebih dari 90 ribu siswa dapat mengakses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat pada tahun depan.










