TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus dilakukan secara terpadu. Sekitar 72 hektare lahan masih menjadi prioritas pemantauan dan penanganan, khususnya di area gambut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan data terbaru terdapat 20 titik api di Sumsel dengan luas lahan terbakar mencapai 98,5 hektare. Dari total luasan tersebut, tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 26,5 hektare lahan.
"Secara umum penanganan terus membaik dan terus kami lakukan secara terpadu melalui satgas udara maupun satgas darat. Sekitar 72 hektare masih menjadi prioritas kami untuk dilakukan pemantauan maupun penanganan secara optimal khususnya di area-area gambut," kata Berton dalam konferensi pers update penanganan karhutla di Indonesia, Kamis, 3 September 2026.
Untuk menangani karhutla di Sumsel, BNPB mengerahkan 11.026 personel Satgas Darat. Tim tersebut telah berhasil memadamkan lebih dari 16 hektare lahan.
Sementara itu, Satgas Udara melakukan patroli untuk memantau hotspot dan titik api di lapangan. Informasi dari patroli udara kemudian dikoordinasikan dengan Satgas Darat untuk menentukan lokasi penanganan.
Kemudian, BNPB juga mengerahkan lima helikopter untuk operasi waterbombing. Sebanyak 1 juta liter air telah dijatuhkan untuk membantu pemadaman, dengan luasan lahan yang berhasil dipadamkan mencapai sekitar 12,5 hektare.
Lebih lanjut, Berton menjelaskan bahwa kualitas udara di Sumsel berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Sementara jarak pandang di wilayah terdampak berada pada kisaran 5 hingga 7 kilometer.
"Kualitas udara adalah dengan kategori sedang dan tidak sehat. Serta visibilitas antara 5 sampai 7 kilometer," jelasnya.
Penanganan karhutla masih terus dilakukan, terutama pada wilayah yang menjadi prioritas. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian karena kebakaran di kawasan tersebut membutuhkan penanganan dan pendinginan secara menyeluruh agar api tidak kembali muncul. BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk menggunakan masker dengan benar, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.










