TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong kolaborasi antara sektor ekonomi kreatif, properti, dan perbankan untuk memperluas akses pasar bagi para pelaku ekraf di Indonesia.
Menurut Riefky, jejaring Indonesia Property&Bank yang kuat di sektor properti dan perbankan dapat menjadi peluang untuk mempertemukan talenta ekonomi kreatif dengan kebutuhan industri. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Indonesia Property&Bank di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin, 7 September 2026.
"Ini bisa menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan talenta ekonomi kreatif, khususnya arsitektur, desain, dan kriya, dengan kebutuhan industri. Karya-karya mereka tidak hanya bisa dipublikasikan, tetapi juga kita dorong untuk masuk ke proyek dan pasar yang lebih luas," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 8 September 2026
Kemudian ia mengatakan, peluang kolaborasi juga dapat diperluas melalui kerja sama dengan Srikandi Jaga Desa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk perempuan di wilayah desa.
Selain membuka pasar, Riefky menilai penguatan ekosistem ekraf perlu dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari pengembangan produk, peningkatan kemasan, sertifikasi halal, hingga pemanfaatan ekosistem digital.
Menurutnya, karya kreatif juga dapat diarahkan untuk masuk ke berbagai proyek dan kawasan properti, khususnya pada subsektor arsitektur dan desain.
Lebih lanjut, Riefky turut mendorong adanya forum yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan sektor perbankan. Forum tersebut dinilai penting agar pembahasan mengenai kekayaan intelektual dan pembiayaan tidak berhenti pada tataran konsep.
"Kita juga bisa membuat forum yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan perbankan, sehingga pembahasan mengenai kekayaan intelektual dan pembiayaan tidak berhenti pada konsep. Pelaku ekraf perlu memahami bagaimana aset intelektual yang mereka miliki dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Sementara itu, CEO Journalist Media Network (JMN) sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Property&Bank, Indra Utama, menyambut peluang kolaborasi antara ekonomi kreatif dan industri properti.
Menurut Indra, terdapat ruang besar untuk mempertemukan karya dan talenta kreatif dengan pasar properti yang lebih luas.
"Kami melihat ada ruang yang sangat besar untuk mempertemukan ekonomi kreatif dengan industri properti. Arsitektur, desain interior, desain produk, dan kriya bukan hanya menjadi bagian dari sebuah bangunan atau kawasan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan identitas bagi proyek-proyek properti," ucap Indra.
Sebelumnya, Riefky menerima penghargaan "The National Person Supports the Enhancement of the Creative Economy" dalam 20th Annual Indonesia Property&Bank Award (IPBA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas komitmen dan kontribusi Riefky dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.










