TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyoroti masih tingginya jumlah pemuda dan orang dewasa di dunia yang belum memiliki keterampilan dasar literasi. Hal tersebut disampaikan Mu’ti dalam peringatan Hari Aksara Internasional 2026, Selasa, 8 September 2026.
Mu’ti menyebut, berdasarkan data UNESCO, terdapat sekitar 739 juta pemuda dan orang dewasa yang belum memiliki keterampilan dasar. Selain itu, empat dari sepuluh siswa di dunia belum mencapai tingkat kemahiran minimum dalam membaca pada akhir jenjang pendidikan.
Mu’ti menilai kondisi tersebut tidak sekadar menjadi persoalan angka, tetapi menunjukkan masih adanya masyarakat yang belum memperoleh akses terhadap hak dasar untuk belajar, memahami informasi, dan berkembang.
“Angka ini bukan sekadar statistik belaka. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapatkan akses terhadap hak dasar mereka untuk belajar, memahami dan berkembang,” ujar Mu’ti dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Menurut Mu’ti, peringatan Hari Aksara Internasional 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan dan capaian literasi selama 60 tahun, sekaligus memperluas pemaknaan literasi di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.
Ia menegaskan, literasi saat ini tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu mampu memahami informasi secara kritis, berpikir reflektif, serta terus belajar sepanjang hayat.
Mu’ti mengajak seluruh masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dengan tidak langsung menerima informasi, melainkan menelaah, mempertanyakan, dan memverifikasinya.
Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 mengusung tema “Literasi untuk Sesama, Semesta dan Sejahtera”, yang menekankan pentingnya literasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.










