TVRINews – Jakarta
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum di Vladivostok untuk memperkuat kerja sama bilateral dengan Vladimir Putin.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diagendakan menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Kehadiran kepala negara Indonesia ini memegang posisi strategis sebagai tamu kehormatan utama dalam forum ekonomi internasional tersebut.
Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin pada laman resminya Selasa 1 September 2026, Yury Ushakov, mengonfirmasi bahwa agenda utama kunjungan ini mencakup pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 3 September 2026 mendatang.
Pertemuan tingkat tinggi ini dirancang untuk memperdalam kerja sama strategis yang telah terjalin erat antara kedua negara.
"Presiden Indonesia Bapak Subianto hadir sebagai tamu terhormat utama pada perhelatan Eastern Economic Forum tahun ini," ujar Ushakov di Moskow, sebagaimana dihimpun dari keterangan resmi pihak kepresidenan Rusia.
Forum ekonomi yang diselenggarakan di kawasan timur jauh Rusia ini turut dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia lainnya. Beberapa pejabat tinggi yang dijadwalkan hadir meliputi Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang.
Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Jakarta dan Moskow menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Momentum ini berakar dari intensitas komunikasi tingkat tinggi yang konsisten.
Sejak memegang tampuk kepemimpinan nasional, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan tiga kali kunjungan kerja resmi dan pertemuan tatap muka dengan Presiden Putin di Rusia, masing-masing pada Juni 2025, Desember 2025, serta April 2026.
Rangkaian diplomasi intensif tersebut membuahkan sejumlah kesepakatan konkret, terutama pada sektor energi strategis dan pengelolaan sumber daya mineral. Pemerintah Rusia menilai kemitraan bilateral ini tidak hanya berjalan secara bilateral, tetapi juga terintegrasi dalam kerangka kerja sama multilateral yang lebih luas, termasuk aliansi strategis BRICS serta forum dialog Rusia-ASEAN.
Melalui lawatan terbaru ini, Moskow dan Jakarta memproyeksikan penguatan sinergi ekonomi yang saling menguntungkan guna menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang.









