TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan tegas mengatakan, jika dirinya berkomitmen akan terus memperjuangkan kepentingan rakyat meski menghadapi berbagai tekanan dan serangan. Hal ini, ia ungkapkan usai menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara dan penguasaan kembali Satgas PKH tahap VIII di Kejaksaan Agung RI pada Selasa, 6 Oktober 2026 hari ini.
Tak hanya itu, mantan Menhan ini menuturkan jika dirinya siap mempertaruhkan nyawa demi rakyat.
“Kita bersama rakyat! Kita siap mati untuk rakyat!” kata Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, ia juga memberikan apresiasi dan terima kasihnya kepada masyarakat serta pihak yang telah berjuang bersama demi kepentingan rakyat, khususnya mereka yang tidak memiliki kekuatan untuk menyuarakan kepentingannya.
“Saya berterima kasih kepada yang masih mau berjuang bersama saya, berjuang untuk rakyat kita, berjuang untuk mereka yang tidak bisa bicara, mereka yang tidak punya apa-apa,” ungkapnya.
Presiden Prabowo juga meminta kepada seluruh pihak yang mendukung perjuangan tersebut untuk tidak ragu menghadapi berbagai tantangan. Presiden Prabowo meyakini, perjuangan yang dilakukan berada di jalan yang benar dan pada akhirnya kebenaran akan menang.
“Percayalah, kebenaran akan menang. Percayalah kita di atas jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu,” ujarnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyinggung adanya pihak yang menurutnya memiliki sumber daya dan dana besar untuk menghadapi dirinya dan kelompoknya. Ia menyebut berbagai upaya yang dilakukan, mulai dari membayar buzzer, memanfaatkan algoritma media sosial, hingga membiayai aksi demonstrasi.
Kendati demikian, ia dengan tegas mengatakan jika dirinya tak akan gentar menghadapi berbagai tekanan tersebut.
“Biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka bayar algoritma, mereka serang kita di sosmed, mereka mau biayai demonstrasi, kita tidak gentar!,” tukasnya.










