TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp13.241.335.681.910,13 serta penguasaan kembali Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tahap VIII seluas 259.230,73 hektar yang digelar di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026 hari ini.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada Satgas PKH dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya menyelamatkan serta mengamankan kekayaan negara.
Ia mengatakan, jika kegiatan penyerahan tersebut telah dilaksanakan untuk kedelapan kalinya. Dalam kurun waktu dua tahun, Satgas PKH disebut telah mengembalikan sekitar Rp52 triliun kepada negara.
“Sudah yang ke-8 kali dan total uang tunai yang diserahkan kurang lebih sudah Rp52 triliun, sekitar 3 miliar dolar yang kita selamatkan dalam dua tahun,” ujar Presiden Prabowo.
Mantan Menhan ini menyebut, jika upaya penertiban kawasan hutan dan penyelamatan aset negara bukan pekerjaan mudah. Di mana, pemerintah harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi dan penguasaan kekayaan negara secara tidak sah.
Ia pun meminta seluruh jajaran pemerintah dan Satgas PKH untuk tetap berada pada jalur penegakan hukum dan kepentingan rakyat.
“Pilihan ada pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini,” katanya.
Ia juga menegaskan, jika pemerintah tidak akan mundur dalam upaya memberantas korupsi, penyelundupan, narkotika, maupun berbagai bentuk kejahatan yang merugikan negara.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui adanya ancaman dan tekanan terhadap sejumlah aparat yang menjalankan tugas penertiban. Namun, ia mengapresiasi mereka yang tetap menjalankan tugas dan tidak mundur.
“Saya terima kasih yang masih mau berjuang bersama saya, berjuang untuk rakyat kita, berjuang untuk mereka yang tidak bisa bicara, mereka yang tidak punya apa-apa,” tukasnya.










