TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah meminta, agar pihak-pihak yang terlibat dalam praktik korupsi maupun penguasaan aset negara secara ilegal untuk segera mengakui kesalahan dan mengembalikan kerugian negara. Hal ini, ia ungkapkan usai menyaksikan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara dan penguasaan kembali Satgas PKH tahap VIII di Kejaksaan Agung RI pada Selasa, 6 Oktober 2026 hari ini.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika saat ini pemerintah terus melakukan penertiban terhadap berbagai aktivitas ilegal, termasuk pertambangan. Sejumlah tambang ilegal di berbagai wilayah disebut telah ditertibkan dan diambil alih untuk kepentingan negara.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti penertiban penyelundupan timah di Bangka. Menurutnya, langkah tersebut turut berdampak terhadap kinerja PT Timah yang mengalami peningkatan keuntungan secara signifikan.
Dalam upaya pengembalian aset negara, Presiden Prabowo juga membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang terlibat untuk mengakui kesalahan, mengembalikan aset maupun uang hasil korupsi, serta membantu mengungkap keterlibatan pihak lainnya.

“Lebih baik Saudara membersihkan diri, tertibkan diri, pengakuan dosa cepat-cepat. Lapor, jadi Saudara bisa menjadi justice collaborator,” ujarnya.
Menurut Presiden Prabowo, kesediaan mengembalikan aset dan membantu mengungkap perkara dapat menjadi bagian dari proses penegakan hukum sekaligus upaya menyelamatkan kekayaan negara.
Ia menegaskan penertiban terhadap aktivitas ilegal akan terus dilakukan. Presiden Prabowo juga meminta Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melanjutkan tugasnya dalam mengamankan aset dan kekayaan negara.
Presiden Prabowo juga menilai, jika aset dan sumber daya alam yang berhasil diselamatkan merupakan investasi bagi generasi mendatang.
“Yang kau lakukan menyelamatkan anak dan cucu kita. Jutaan hektare yang kau selamatkan, tambang-tambang ilegal yang kau tutup dan kau kuasai untuk negara, itu adalah tabungan bangsa,” katanya.
Ia menyebut aset yang berhasil diselamatkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. Di antaranya meningkatkan kesejahteraan guru dan aparatur negara, membangun rumah, memperbaiki irigasi, serta menangani dan mencegah kebakaran hutan.
“Tugas kita masih berat, perjalanan masih jauh, tapi kemenangan sudah kelihatan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas PKH yang selama dua tahun menjalankan upaya pengembalian aset dan keuangan negara.
“Teruskan pekerjaan Saudara, teruskan apa yang Saudara kerjakan,” pungkasnya.










