TVRINews, Batam
Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan Technical University of Munich (TUM), Jerman, menggelar Summer Course 2026 bertajuk “Transformative Transmigration Planning Towards Green Barelang”.
Kegiatan yang berlangsung pada 1–10 Oktober 2026 tersebut mengedepankan pembelajaran berbasis praktik. Program ini diarahkan untuk merumuskan strategi penataan kawasan transmigrasi Tanjung Banon, Kecamatan Galang, Batam, agar berkembang menjadi kawasan permukiman yang ramah lingkungan, mandiri, dan berkelanjutan dengan pendekatan pertumbuhan hijau.
Memasuki hari ketiga kegiatan, delegasi dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari geografi, pengelolaan lahan hingga teknik lingkungan, melakukan observasi langsung di kawasan Rempang Eco City.
Para delegasi juga menghimpun data serta masukan dari masyarakat sebagai bahan penyusunan inovasi dalam empat bidang utama, yakni tata ruang dan ekonomi, penataan lahan, kelestarian lingkungan pesisir, serta pemberdayaan masyarakat.
Salah satu delegasi TUM asal Jerman, Alina, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru mengenai kehidupan masyarakat Indonesia. Ia juga berharap kolaborasi tersebut dapat mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang pertukaran mahasiswa pada masa mendatang.
"Jadi, saya pikir sangat menyenangkan bagi kami bisa datang ke sini. Kami belajar banyak tentang masyarakat Indonesia dan gaya hidup di sini bersama orang-orang yang sangat ramah. Mungkin ke depannya bisa ada pertukaran balik ke Jerman, sehingga kedua negara ini bisa saling terhubung, menciptakan sesuatu bersama, dan saling belajar satu sama lain,”kata Alina dalam keterangan tertulis, dikutip, Senin, 5 Oktober 2026.
Delegasi TUM lainnya, Jacob, menilai program transmigrasi dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup apabila aspek ekologis, ekonomi, dan sosial dapat diintegrasikan secara tepat.
“Saya pikir transmigrasi dapat menjadi peluang yang baik bagi masyarakat jika beberapa aspek seperti ekologis, ekonomis, dan juga sosial diintegrasikan dengan cara yang benar. Masyarakat dapat sangat diuntungkan dan mendapatkan manfaat finansial maupun ekologis di sini,” ungkap Jacob.
Kehadiran mahasiswa asal Jerman di kawasan Rempang Eco City juga mendapat sambutan dari masyarakat setempat. Salah seorang warga, Garim, mengaku bangga karena wilayah tempat tinggalnya menjadi lokasi pembelajaran bagi mahasiswa dari luar negeri.
“Tentunya kita sebagai warga lokal, warga Indonesia terutama kita yang warga-warga relokasi ini sangat beruntung karena adanya warga luar Indonesia yang datang menimba ilmu di sini. Tentunya kita bangga, karena walaupun kita dari tempat yang pedalaman, kita bisa memberikan ilmu kepada warga dari luar negeri,”ujar Garim.
Pengembangan kawasan transmigrasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan nasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa setiap kawasan transmigrasi memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang berbeda. Karena itu, pengembangan kawasan perlu disesuaikan dengan kondisi serta potensi masing-masing daerah.
Arah tersebut sejalan dengan visi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara yang membawa pendekatan baru dalam program transmigrasi melalui pengembangan wilayah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Program transmigrasi yang baru mengembangkan wilayah yang menyediakan peluang bagi masyarakat. Kita tidak lagi sekadar memindahkan masyarakat untuk menempati lahan. Kita membangun ekosistem ekonomi tempat masyarakat dapat bekerja, berkembang, dan mencapai kesejahteraan,”kata Iftitah.
Summer Course 2026 diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Jerman sekaligus memperkuat kerja sama di bidang riset dan pendidikan. Kolaborasi tersebut juga diarahkan agar menghasilkan gagasan yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.










