TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada tujuh pejabat dan purnawirawan TNI atas jasa mereka dalam mendukung kemajuan, pengembangan, dan pembangunan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87/TK Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 5 Oktober 2026.
Dalam keputusan tersebut disebutkan, tanda kehormatan diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasa luar biasa dalam mendukung kemajuan, pengembangan, dan pembangunan TNI, serta dharma bakti yang diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.
Tujuh penerima tanda kehormatan tersebut terdiri atas:
1. Jenderal TNI Purnawirawan Jamari Caniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2025-2026, dianugerahi Bintang Mahaputera Adi Purna.
2. Jenderal TNI Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan, dianugerahi Bintang Mahaputera Adi Purna.
3. Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI, dianugerahi Bintang Mahaputera Adi Purna.
Sementara itu, tiga kepala staf angkatan dan Wakil Panglima TNI dianugerahi Bintang Mahaputera Adi Pradana, yakni:
1. Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Panglima TNI.
2. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
3. Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).
4. Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).
Dalam keterangan penganugerahan, Jamari Caniago disebut berjasa dalam mengoordinasikan kementerian dan lembaga guna mewujudkan stabilitas nasional.
Sjafrie Sjamsoeddin dinilai berjasa besar dalam pengembangan dan pembangunan kekuatan pertahanan Republik Indonesia. Sementara Agus Subiyanto dinilai berjasa dalam pengembangan dan penguatan TNI.
Adapun Tandyo Budi Revita disebut berjasa dalam mengawal peran TNI dalam mendukung program pemerintah.
Maruli Simanjuntak dinilai memiliki jasa besar dalam pengembangan kekuatan TNI Angkatan Darat. Muhammad Ali berjasa dalam pengembangan kekuatan TNI Angkatan Laut, sedangkan M. Tonny Harjono dinilai berjasa dalam pengembangan kekuatan TNI Angkatan Udara.










