TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.119 gempa susulan terjadi setelah gempa utama yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, data tersebut merupakan pembaruan kondisi hingga Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB.
Dari 2.119 gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil tercatat 1,3. Sebanyak 24 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, sementara 70 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
"Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas," kata Berton kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Selasa, 18 Agustus 2026.
BNPB memperkirakan aktivitas gempa di wilayah terdampak mulai lebih stabil dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Namun, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang selama kondisi kegempaan masih berlangsung.










