TVRINews, Jakarta
Basarnas mencatat sebanyak 202 korban akibat gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari ketiga operasi pencarian dan pertolongan. Dari jumlah tersebut, 70 orang meninggal dunia dan 132 lainnya mengalami luka-luka.
Direktur Operasi Basarnas Bramantyo mengatakan dari 132 korban luka, sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang luka ringan. Data tersebut merupakan catatan hingga Senin, 17 Agustus 2026, pukul 23.30 WIB.
Memasuki hari keempat operasi, tim SAR melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak. Basarnas tidak lagi menerima laporan mengenai warga yang masih dinyatakan hilang atau dalam pencarian berdasarkan informasi dari korban, keluarga, maupun masyarakat di lokasi.
"Berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban, tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian. Sehingga tim SAR yang ada di lapangan kami fokuskan untuk membantu penyisiran dan membantu proses-proses pelaksanaan kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilaksanakan oleh BNPB," ujar Bramantyo kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Selasa, 18 Agustus 2026.
Selain penyisiran, Basarnas memperkuat dukungan terhadap penanganan kesehatan di sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah dan sulit dijangkau. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya masukan dari masyarakat dan arahan Kementerian Kesehatan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai. Basarnas mengerahkan kapal KN SAR Antareja 233 dari Kantor SAR Kupang untuk membantu pergeseran 40 tenaga medis dari Kodam IX/Udayana dan sukarelawan menuju wilayah Manggarai.
Pada Selasa, 18 Agustus 2026 pagi, helikopter Basarnas juga digunakan untuk mengirim lima personel tim kesehatan ke Lamba Leda. Dalam perjalanan kembali ke Labuan Bajo, tim turut mengevakuasi empat warga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pada sorti kedua sekitar pukul 11.00, Basarnas kembali mengerahkan helikopter untuk menggeser dua tenaga kesehatan ke Lamba Leda. Dalam penerbangan kembali, empat warga lainnya dievakuasi untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan Bajo.
Bramantyo mengatakan memasuki hari keempat dan seterusnya, operasi SAR akan difokuskan pada penyisiran serta penguatan dukungan kesehatan di wilayah terdampak, khususnya lokasi yang sulit dijangkau.
"Kami berharap agar korban tidak bertambah dan apa yang dialami saudara-saudara kita di tempat bencana ini cepat teratasi dan kembali pulih seperti sediakala," kata Bramantyo.










