TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Kementerian Sosial (Kemensos) memperluas jangkauan layanan dapur umum untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah menyiagakan pelayanan di Kabupaten Nagekeo, Kemensos kini mengoperasikan dapur umum tambahan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai.
Di Kabupaten Sikka, dapur umum yang dipusatkan di GOR Samador, Desa Madawat, Kecamatan Alok, mampu memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan per hari. Sementara di Kabupaten Manggarai, dapur umum di Kecamatan Reok menyiapakan 3.000 bungkus makanan harian. Bersama fasilitas di Nagekeo yang memproduksi 2.000 bungkus, total kapasitas produksi makanan Kemensos kini mencapai 9.500 bungkus per hari.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa seluruh fasilitas bantuan logistik disiagakan secara adaptif menyesuaikan pergerakan warga di pengungsian.

“Dapur umum terus kita operasikan untuk melayani masyarakat yang masih berada di pengungsian. Kebutuhan makanan harus tersedia, begitu juga tenda, pakaian, selimut dan kebutuhan kelompok rentan,” kata Gus Ipul.
Berdasarkan data sementara, Kabupaten Sikka mencatat 1.237 jiwa mengungsi, dengan korban jiwa sebanyak empat orang meninggal dunia, delapan luka berat, dan enam luka ringan. Adapun di Kabupaten Manggarai, tercatat 13.885 jiwa mengungsi, 27 orang meninggal dunia, 32 luka berat, serta 104 orang mengalami luka ringan. Pendataan masih terus diperbarui seiring proses asesmen lapangan.
Gus Ipul menambahkan bahwa titik operasional dapur umum akan terus ditambah sesuai dengan perkembangan kebutuhan pengungsi di daerah terdampak lainnya.

“Kapasitas dapur umum kita sesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan. Tim juga masih terus melakukan asesmen. Kalau di satu titik kebutuhannya bertambah, tentu pelayanan akan kita sesuaikan,” ujar Gus Ipul.
Saat ini, Kemensos tengah menyiapkan perluasan jangkauan layanan dapur umum ke sejumlah wilayah terdampak gempa lainnya, mencakup Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.










