TVRINews, Simeulue
Pemerintah terus mendorong pemerataan pendidikan bermutu melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, termasuk bagi sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 se-Kabupaten Simeulue di SMK Negeri 1 Sinaban. Sekolah tersebut menjadi lokasi peresmian sekaligus salah satu penerima program revitalisasi.

Kepala SMK Negeri 1 Sinabang Amaliati mengatakan, revitalisasi mencakup pembangunan sembilan ruang kelas baru (RKB), tiga ruang praktik siswa (RPS), dua laboratorium IPAS, satu rumah dinas, serta satu ruang administrasi.
Pembangunan dilakukan karena sejumlah bangunan lama mengalami kerusakan dan dinilai sudah tidak nyaman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Karena melihat kondisi di lapangan bahwa sekolah kami banyak yang sudah atapnya bocor, plafonnya juga sudah bocor, dindingnya sudah retak-retak, lantainya sudah pecah. Melihat kondisi seperti itu tidak nyaman untuk murid, maka kami mengusulkan untuk dilakukan revitalisasi,”ujar Amaliati dalam keterangan tertulis, dikutip, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Salah satu dampak revitalisasi dirasakan siswa kompetensi keahlian kuliner. Kini, mereka memiliki ruang kelas sendiri yang berada di depan laboratorium Kuliner.
Sebelumnya, keterbatasan ruang membuat siswa Kuliner harus belajar di laboratorium Tata Busana. Murid kelas XI Kuliner, Mulia Afiani, mengaku senang karena kini dapat belajar di ruang kelas yang lebih layak.
“Perasaannya senang. Soalnya sebelum ada kelas itu kami ditempatkan di dalam kelas lab Tata Busana. Kelas kami ini digabung sama busana,”ungkap Mulia.
Selain memberikan kenyamanan, keberadaan ruang kelas baru juga dinilai mendukung kegiatan praktik siswa. Hal senada disampaikan murid kelas XI Kuliner lainnya, Irene Rahmadani, yang menilai ruang belajar baru lebih nyaman, sejuk, bersih, dan kokoh dibandingkan sebelumnya.
Namun, peningkatan fasilitas bangunan belum sepenuhnya diikuti dengan kelengkapan peralatan praktik. Irene dan Mulia menyebut kegiatan praktik kuliner masih terkendala keterbatasan peralatan, salah satunya penggunaan mixer rumah tangga yang kerap mati akibat panas berlebih.
Kondisi tersebut membuat proses praktik pembuatan berbagai produk kuliner menjadi kurang optimal.
Amaliati berharap bantuan peralatan laboratorium yang saat ini masih dalam status calon penerima dapat segera direalisasikan. Menurutnya, kelengkapan peralatan praktik penting untuk mendukung pendidikan vokasi, khususnya di sekolah yang berada di wilayah terluar.
Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah bukan menjadi tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk kita meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan,”kata Mu’ti.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin.
Tatang mengatakan, program revitalisasi satuan pendidikan di wilayah 3T perlu dilanjutkan dengan penguatan sarana pembelajaran, termasuk pemenuhan peralatan praktik untuk sekolah menengah kejuruan (SMK).
Menurutnya, penyediaan peralatan praktik harus disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang tersedia di sekolah, standar sarana dan prasarana, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi perlu diikuti dengan penguatan sarana pembelajaran. Dalam pendidikan vokasi, ketersediaan peralatan praktik yang sesuai dengan kompetensi keahlian dan perkembangan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kompetensi lulusan,”ujar Tatang.
Revitalisasi SMK Negeri 1 Sinabang menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan di wilayah 3T membutuhkan dukungan secara menyeluruh. Perbaikan infrastruktur memberikan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman, sementara pemenuhan peralatan praktik menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kompetensi siswa vokasi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.










