TVRINews, Jakarta
Aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih terus terjadi. Hingga Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 9.278 gempa bumi susulan.
Berdasarkan pemantauan Stasiun Geofisika Kupang, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,0.
Dari total tersebut, sebanyak 35 gempa memiliki magnitudo di atas 5,0. Sementara itu, 153 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
BMKG menyebut aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan pola penurunan. Hal ini terlihat dari grafik peluruhan aktivitas gempa pascagempa utama.
Dengan pola tersebut, aktivitas gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3 hingga 4 minggu setelah gempa utama.
Sebaran gempa susulan hingga saat ini terpantau berada di sekitar wilayah sumber gempa utama Flores. Pemetaan juga memperlihatkan mekanisme sumber gempa yang berkaitan dengan sesar naik atau thrust fault.
Data pemetaan gempa susulan menggunakan sejumlah sumber, di antaranya data topografi, data patahan PUSGEN 2024, data gempa bumi BMKG Stasiun Geofisika Kupang, serta data kelurusan sesar dari Badan Geologi Kementerian ESDM.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi BMKG, terutama terkait perkembangan aktivitas gempa susulan.










