TVRINews, Batang
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan jika pemerintah menargetkan masalah sampah di Indonesia akan rampung secara menyeluruh pada akhir 2027. Hal ini diungkapkan di acara peresmian akad massal 62.000 unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan dengan nilai sebesar Rp880 miliar di 165 titik di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi pada Kamis, 30 Juli 2026 hari ini.
Presiden menuturkan jika penanganan sampah harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, keberadaan tumpukan sampah tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengurangi daya tarik daerah, terutama sebagai destinasi wisata.
“Saya minta pada akhir tahun 2027 persoalan sampah di Indonesia sudah selesai. Tidak boleh ada lagi gunung-gunung sampah,” kata Presiden Prabowo.
Selain itu, ia juga menyadari target tersebut membutuhkan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak. Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong berbagai langkah percepatan agar persoalan sampah dapat diatasi secara bertahap hingga tuntas.
Tak hanya itu, mantan Menhan ini juga mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan nasional di tengah tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga dampak perubahan iklim. Karena itu, upaya pelestarian lingkungan dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan.
“Kita juga harus mengantisipasi perubahan iklim dan pemanasan global. Artinya, sebagai manusia kita harus mengambil inisiatif untuk menjaga lingkungan,” ucapnya.
Menurutnya, lingkungan yang bersih akan memberikan manfaat luas, termasuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata yang mampu membuka banyak lapangan pekerjaan. Ia menilai wisatawan tidak akan tertarik mengunjungi daerah yang dipenuhi sampah.
“Wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang kotor. Mereka tidak akan datang ke pantai yang penuh plastik dan sampah, atau ke sungai dan kali yang dipenuhi sampah,” ucapnya.
Oleh sebab itu, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan kawasan perkotaan, sungai, serta saluran air di seluruh Indonesia.
“Kita harus bertekad membersihkan semua kota, semua kali, dan semua sungai kita,” tukasnya.









