TVRINews – Jakarta
Pemerintah Memperkuat Pagu Militer Lintas Matra guna Menghadapi Ketidakpastian Global
Pemerintah Indonesia memberi sinyal kuat akan kembali mengalokasikan lonjakan dana besar-besaran untuk sektor militer pada tahun anggaran 2027. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas meningkatnya dinamika geopolitik dan ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi adanya komitmen fiskal tersebut. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa rincian angka nominal yang sedang digodok belum dapat dipublikasikan demi alasan keamanan nasional.
"Tahun depan anggaran juga cukup-cukup signifikan. Tapi kalau Anda tanya jumlahnya, kan rahasia juga," ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin 18 Mei 2026
Implementasi Visi Strategis Presiden

(Presiden Prabowo Subianto pada penyerahan Alutsista, Senin, 18 Mei 2026, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta (Foto: @sekretaris.kabinet))
Kebijakan peningkatan anggaran ini, menurut Purbaya, merupakan pengejawantahan langsung dari doktrin pertahanan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama modernisasi kali ini akan menyasar penguatan kapabilitas tempur di tiga matra sekaligus: darat, laut, dan udara.
"Akan kita perkuat terus darat, laut, dan udaranya. Saya kan bagian bayar saja," tambah Menkeu, menekankan peran kementeriannya sebagai penyedia dukungan finansial atas visi pertahanan kepala negara.
Lebih lanjut, tren ekspansi anggaran militer ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada tahun depan, melainkan akan terus berlanjut secara berkesinambungan hingga tahun anggaran 2028.
Purbaya menilai, penguatan benteng pertahanan domestik menjadi hal yang tidak dapat ditawar di tengah situasi dunia yang fluktuatif.
"Tahun depan ada, tahun depannya lagi juga ada. Tahun depan sudah ada anggaran juga cukup besar. Jadi di tengah uncertainty (ketidakpastian) seperti sekarang yang dibilang Presiden betul, kita harus jaga kemampuan pertahanan kita," jelasnya.
Tren Kenaikan Berkelanjutan
Sektor pertahanan Indonesia memang tercatat terus mendapatkan prioritas anggaran yang masif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, belanja negara untuk sektor ini telah menembus angka Rp 337,37 triliun.
Grafik di bawah ini menunjukkan pergerakan kurva anggaran pertahanan Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir:

(Grafis: TVRINews.com/FY (Sumber Berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026))










