TVRINews, Palembang
Ratusan guru Sekolah Rakyat dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia mengundurkan diri, padahal belum genap satu semester berjalan.
Data dari Kementerian Sosial RI menyebutkan, setidaknya 143 guru Sekolah Rakyat dari 43 kabupaten/kota di Indonesia mengundurkan diri dengan alasan lokasi sekolah yang jauh dari tempat domisili dan sudah diterima menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di antara guru yang mengundurkan diri tersebut, enam orang berasal dari Sumatera Selatan, masing-masing dari Kabupaten Empat Lawang berjumlah tiga orang, dan tiga orang lainnya dari Kota Palembang.
Menyikapi fenomena ini, Praktisi Pendidikan Sumatera Selatan, Suherman, menyatakan keberadaan Sekolah Rakyat sebaiknya mudah dijangkau baik guru maupun peserta didik.
"Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberi dampak jangka panjang, setiap anak minimal tamat SMA bahkan kalau bisa hingga D3. Tentunya kekosongan guru ini juga bisa diharapkan dapat diisi dengan guru PNS maupun guru PNS DPK (diperbantukan) di swasta untuk dimutasikan ke Sekolah Rakyat,” ujar Suherman, Rabu, 13 Agustus 2025.
Suherman menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program untuk menekan angka putus sekolah yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto sehingga harus mendapat dukungan dari seluruh elemen dan lapisan masyarakat.










