TVRINews, Jakarta
Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai rumah ibadah memiliki peran penting dalam membina spiritualitas generasi muda di tengah perkembangan dan kemajuan bangsa.
Menurut Nasaruddin, kemajuan suatu negara perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai spiritual. Rumah ibadah dinilai dapat menjadi ruang untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap memiliki landasan spiritual dalam menjalani kehidupan.
“Kehadiran rumah ibadah seperti ini menjadi semacam kekuatan untuk pembinaan generasi muda kita ke depan. Semaju apa pun suatu bangsa, tidak boleh melupakan nilai-nilai spiritualitasnya. Dan di sinilah fungsinya rumah ibadah ini, untuk mengingatkan kembali bahwa kita tidak boleh melupakan dari mana asalnya kita,” ujar Menag Nasaruddin dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 17 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat menjawab pertanyaan media mengenai ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai musibah. Ia menyebut, ujian dan musibah dapat menjadi bagian dari proses untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat apabila dihadapi dengan baik.
“Di mana ada ujian, di situ ada kenaikan kelas. Kalau kita pintar menghadapi ujian atau musibah, insyaallah kita bisa lulus. Sejarah Indonesia adalah sejarah perjuangan yang diraih melalui berbagai macam perjuangan, tetapi hasilnya seperti yang kita nikmati sekarang ini,”jelasnya.
Nasaruddin juga mengaitkan pentingnya penguatan spiritualitas dengan pesan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mengajak masyarakat membangun jiwa dan raga.
Ia menilai pembangunan bangsa tidak hanya berkaitan dengan kemajuan secara fisik, tetapi juga perlu disertai dengan pembentukan nilai dan karakter masyarakat.
Sementara itu, dalam konteks pemanfaatan kawasan candi, Menag melihat adanya keterkaitan antara agama, budaya, dan perkembangan masyarakat. Kawasan candi dinilai dapat menjadi ruang perjumpaan berbagai unsur tersebut.
“Di situ ada meeting point perpaduan antara agama dan budaya, dan juga perkembangan masyarakat secara luas,”pungkasnya.
Nasaruddin berharap pemanfaatan kawasan candi dapat mendukung fungsi keagamaan sekaligus menjadi ruang yang mempertemukan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat.










