Operasi pencarian gabungan terhadap kapal cepat KM Arupadhatu 1 beserta delapan korban yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan. Keputusan ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif selama sepuluh hari dengan mengerahkan kekuatan penuh, namun belum membuahkan hasil signifikan.
Gubernur Banten, Andra Soni, dalam keterangan persnya pada Kamis (17/9), menyampaikan bahwa penutupan misi kemanusiaan ini diputuskan usai seluruh sektor penyisiran di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dievaluasi secara menyeluruh oleh otoritas berwenang. Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa operasi dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk sahih dari masyarakat atau nelayan yang melintasi jalur perairan tersebut.
Pemerintah Provinsi Banten turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel gabungan yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga, serta menyampaikan empati kepada keluarga korban.
Sumber Video: SAR









