TVRINews, Depok
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Pemerintah Kota Depok menghapus alokasi anggaran Rp30 miliar dari Dinas Pendidikan yang digunakan untuk pembelian papan tulis interaktif.
Permintaan ini disampaikan setelah viral di media sosial video yang memperlihatkan pengadaan papan tulis interaktif senilai Rp30 miliar. Dilansir dari siaran Klik Indonesia Siang (KIS) TVRI, Kamis, 13 Maret 2025, menginformasikan, anggaran ini berasal dari APBD Kota Depok, dengan rincian Rp26,9 miliar untuk SD dan Rp4,5 miliar untuk SMP, sehingga totalnya mencapai Rp31,4 miliar.
Dedi Mulyadi menilai pembelian papan tulis interaktif tidak memiliki manfaat yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Depok. Ia meminta agar anggaran tersebut diubah atau dihilangkan.
Dedi mengusulkan agar alokasi anggaran ini dialihkan untuk penyediaan ruang kelas baru dan pembelian tanah untuk pembangunan sekolah baru.
Dedi berharap Pemerintah Kota Depok menghapus anggaran papan tulis interaktif dan menggantinya dengan peningkatan kualitas sekolah, terutama sarana dan prasarananya.
Dengan dialihkannya anggaran tersebut, diharapkan infrastruktur sekolah di Kota Depok dapat lebih berkembang dan menunjang proses belajar mengajar secara maksimal.










