TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui Seri Webinar LKP Mendunia Seri 3 bertajuk "Welder Masa Kini, Strategi Sukses Alumni LKP Menembus Dunia Kerja Internasional" yang digelar pada Senin, 3 Agustus 2026.
Webinar yang diselenggarakan Direktorat Kursus dan Pelatihan itu menghadirkan praktisi industri, pimpinan LKP, dan alumni yang telah berkarier sebagai tenaga pengelasan (welder) di berbagai negara. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kesiapan lulusan LKP menghadapi kebutuhan industri global.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari proses pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan lulusannya untuk bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Welder bukan sekadar pekerjaan yang identik dengan percikan api dan baja. Mereka adalah profesional yang berperan membangun berbagai infrastruktur penting. Karena itu, lulusan LKP harus memiliki kompetensi teknis, soft skills, portofolio, serta kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat internasional,"ujar Tatang dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 4 Agustus 2026.
Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya, menjelaskan webinar tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses lulusan LKP menuju dunia kerja internasional. Selain memberikan gambaran mengenai kebutuhan industri global, kegiatan ini juga memperkenalkan jalur sertifikasi, peluang kerja, serta strategi peningkatan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri.
Ia menambahkan, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 12.600 Lembaga Kursus dan Pelatihan yang tersebar di berbagai daerah. Kemendikdasmen terus mendorong peningkatan kualitas LKP melalui penguatan kurikulum berbasis industri, penyediaan sarana praktik yang memadai, peningkatan kemampuan bahasa asing, serta kerja sama dengan mitra industri di dalam maupun luar negeri agar menghasilkan lulusan berstandar internasional.
Dalam webinar tersebut, Staf Khusus Direksi Bidang SDM PT Industri Kapal Indonesia (Persero), Junedi, menegaskan bahwa industri membutuhkan tenaga welder yang memiliki kompetensi sesuai standar, mengantongi sertifikasi, mampu membaca gambar teknik, memahami aspek keselamatan kerja, serta siap beradaptasi dengan budaya industri modern. Ia juga menyebut kolaborasi antara industri dan LKP telah membuka peluang magang hingga rekrutmen bagi para lulusan.
Pengalaman serupa dibagikan sejumlah pimpinan LKP yang telah berhasil mengantarkan alumninya bekerja di Jepang, Korea Selatan, Malaysia, hingga Jerman. Mereka menilai keberhasilan tersebut didukung oleh kemitraan dengan dunia industri, pembekalan sertifikasi nasional maupun internasional, peningkatan kemampuan bahasa asing, serta pembentukan budaya kerja profesional sejak masa pelatihan.
Meski masih menghadapi tantangan, seperti biaya keberangkatan dan penguasaan bahasa asing, peluang kerja bagi tenaga welder di pasar internasional dinilai masih sangat terbuka.
Kisah inspiratif juga datang dari para alumni. Indra Putra Dewanto, alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) LKP Nusa Citra Indonesia, kini bekerja sebagai operator welding dan tengah mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang. Sementara itu, Noval Giyan Alaudin sedang menjalani proses menuju Jerman.
Keduanya menilai disiplin, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan berbahasa asing menjadi modal utama untuk meraih karier di tingkat internasional.
Melalui Seri Webinar LKP Mendunia, Kemendikdasmen berharap semakin banyak lulusan LKP yang memiliki kompetensi, daya saing, dan kesiapan untuk menembus pasar kerja global di berbagai sektor industri.









