TVRinews, Banjarmasin
Basarnas meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan video yang mengklaim memperlihatkan penemuan jenazah korban Kapal Virgo Transport 8. Hingga kini, rekaman yang beredar di media sosial tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan belum dinyatakan sebagai informasi resmi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan tim SAR perlu memastikan terlebih dahulu asal-usul serta kebenaran isi video sebelum informasi tersebut disampaikan kepada publik.
"Terkait dengan video-video yang beredar belum bisa kami pastikan karena kami harus dalami, kami harus validasi," ujar Putu dalam keterangan resminya, Minggu, 13 September 2026.
Menurut Putu, informasi yang muncul di media sosial tidak dapat langsung dijadikan acuan dalam operasi pencarian. Terlebih, keluarga penumpang masih menunggu kepastian mengenai kondisi anggota keluarganya.
Basarnas karena itu meminta media maupun masyarakat menunggu keterangan dari petugas yang terlibat langsung dalam operasi. Penyebaran informasi tanpa verifikasi dikhawatirkan justru menimbulkan kebingungan di tengah proses pencarian.
"Saya harapkan teman-teman wartawan jangan menyebarkan video-video yang memang sumbernya belum bisa kita klarifikasi, belum bisa kita validasi, dan belum bisa kita pastikan," tegas Putu.
Di sisi lain, Basarnas telah melakukan validasi terhadap data penumpang yang berhasil dievakuasi. Hingga perkembangan terakhir, sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8.
"Yang jelas informasi yang kami dapatkan terkait dengan jumlah korban itu sudah kami validasi, totalnya adalah 103 orang," kata Putu.
Basarnas mengingatkan masyarakat untuk menjadikan informasi resmi dari tim SAR sebagai rujukan selama operasi pencarian masih berlangsung. Setiap perkembangan terkait korban maupun proses evakuasi akan disampaikan setelah melalui verifikasi di lapangan.
Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin. Kapal tersebut sempat menghadapi cuaca buruk sebelum komunikasi terputus di perairan Laut Jawa.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dan evakuasi. Basarnas juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memperbarui data dan memastikan seluruh informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipertanggungjawabkan.










