TVRINews, Aceh Tamiang
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menginisiasi Program Creative Recovery for Children, untuk membantu memulihkan kondisi psikososial anak-anak terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh.
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan showcase melukis bersama asosiasi dan anak-anak di Tribun Bupati Aceh Tamiang. Sebanyak 100 siswa SD dan SMP mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga mengenalkan potensi ekonomi kreatif subsektor seni rupa dan kriya sejak dini.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pascabencana sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk membangun kembali semangat setelah mengalami bencana. Menurutnya, kreativitas dapat menjadi sumber harapan bagi anak-anak di tengah situasi sulit.

"Melalui seni lukis, kita tidak lagi bicara tentang sisa bencana, kita bicara tentang 'Harapan Baru'," kata Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip Minggu, 13 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan pelatihan intensif selama tiga hari dengan pendampingan seniman lokal, mentor profesional, dan psikolog klinis. Mereka diajak menuangkan pengalaman serta harapan melalui karya bertema "Bangkit" dan "Harapan Baru".
Uniknya, para peserta menggunakan pigmen alami yang berasal dari lumpur dan debu sisa banjir sebagai media untuk menghasilkan karya lukis.
Riefky menilai penggunaan material tersebut menjadi simbol bahwa pengalaman traumatis akibat bencana dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai positif melalui kreativitas.
"Sebuah pesan yang kuat kepada dunia: bahwa anak-anak Aceh Tamiang mampu mengubah trauma menjadi keindahan, dan membangun jiwa melalui seni," tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari gerakan Ekraf Peduli "Pulih Bersama, Bangkit Berdaya" sekaligus tindak lanjut Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, seniman, psikolog, dan masyarakat. Ruang publik yang terdampak bencana juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk menghidupkan kembali aktivitas kreatif masyarakat.
Selain pemulihan psikososial, hasil karya peserta juga diarahkan untuk memiliki nilai ekonomi. Sebanyak 10 karya terinspiratif hasil kurasi akan dipamerkan di Jakarta dan berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan ekonomi kreatif, seperti art print dan merchandise.
Kementerian Ekraf menargetkan program Ekraf Peduli melalui 103 kegiatan dengan total 5.788 penerima manfaat. Hingga pertengahan September 2026, sebanyak 30 kegiatan telah terealisasi dengan melibatkan 2.216 peserta. Sementara 73 kegiatan lainnya dengan target 3.572 peserta akan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi menyambut positif program tersebut. Menurutnya, kehadiran Kementerian Ekraf dapat menjadi dorongan untuk membangkitkan kembali harapan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah pascabencana.
Salah satu peserta, Yumna Syakira, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Siswa kelas 2 SMP itu menuangkan pesan tentang semangat Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan kepedulian dalam karya lukisnya.
Karya Yumna terpilih sebagai salah satu karya terinspiratif dan akan dipamerkan di Jakarta. Ia mengaku pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan melukis.
"Adanya kegiatan ini membuat aku sendiri terkejut, ternyata aku bisa melukis. Alhamdulillah, karya aku sebagai anak SMP kelas 2 ini terpilih sebagai karya terinspiratif dan bisa dipajang di Jakarta nanti. Setelah ini, aku mau lebih rajin melukis," ujar Yumna.










