
Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2021–2026, Ali Ghufron Mukti (kanan) (Tangkapan Layar YouTube Kemenko PM)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2021–2026, Ali Ghufron Mukti, menyebut capaian program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai prestasi yang mencengangkan di tingkat global.
Menurut Ghufron, dalam kurun waktu sekitar 10 tahun, Indonesia berhasil mencapai universal health coverage (UHC) lebih dari 98 persen.
Capaian tersebut membuat banyak negara dan tokoh dunia melakukan benchmarking ke Indonesia untuk mempelajari sistem jaminan kesehatan nasional.
Ia mencontohkan kunjungan Presiden International Social Security Association (ISSA) ke Indonesia yang secara langsung memberikan penghargaan kepada BPJS Kesehatan, yang saat itu diterima oleh Wakil Presiden. Hal itu disampaikan Ghufron di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.
"Indonesia ini sangat mencengangkan karena banyak tokoh-tokoh dunia dan berbagai negara saling benchmark ke BPJS Kesehatan," ujar Ghufron, Jumat, 20 Februari 2026.
Tidak hanya itu, Ghufron juga mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan menjadi satu-satunya institusi pemerintah sejak Indonesia merdeka yang pernah masuk nominasi Nobel, sebagai pengakuan atas sistem jaminan kesehatan nasional yang dinilai inovatif dan berdampak luas.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai hal yang perlu disempurnakan dalam penyelenggaraan layanan.
Karena itu, ia berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan penguatan sistem dengan kolaborasi dan semangat gotong royong agar kualitas layanan terus meningkat.
"Jangan sampai turun, tapi harus terus meningkat sehingga Indonesia tetap menjadi benchmark di banyak negara," tegasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
