TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong mahasiswa Indonesia mempersiapkan diri menghadapi era green jobs yang diproyeksikan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan lapangan kerja terbesar dalam transisi menuju ekonomi hijau.
Hal ini disampaikan Stella, dalam Special Session Green Jobs Ecosystem Forum pada ajang Indonesia Sustainability 360 Forum 2026.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia memanfaatkan peluang ekonomi hijau sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Stella menjelaskan, pekerjaan ramah lingkungan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan kognitif yang kuat. Karena itu, mahasiswa perlu membangun kemampuan learning to learn, yakni kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan yang cepat.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menanamkan research mindset kepada mahasiswa. Menurutnya, pola pikir riset bukan berarti setiap lulusan harus menjadi peneliti, melainkan memiliki kemampuan menyusun pertanyaan yang tepat serta menyelesaikan persoalan secara sistematis dengan pendekatan berbasis data dan logika.
“Berpikiran riset bukan berarti akan menjadi peneliti. Berpikiran riset artinya mampu menanyakan pertanyaan secara tepat dan menjawabnya secara sistematis menggunakan data dan logika,” kata Stella kutip Jumat, 28 Agustus 2026.
Selain penguatan pola pikir, Stella juga menilai mahasiswa perlu dikenalkan sejak dini pada berbagai profesi di sektor green jobs. Ia menyebut bidang energi panas bumi (geothermal) dan natural hydrogen sebagai contoh sektor strategis yang memiliki prospek besar di masa depan.
Untuk mewujudkannya, Kemdiktisaintek membuka peluang kolaborasi dengan dunia industri melalui penyelenggaraan kursus, metode pembelajaran, hingga workshop di lingkungan kampus. Menurutnya, pembekalan tersebut harus dimulai ketika mahasiswa masih menjalani pendidikan, bukan setelah lulus.
“Jangan menunggu setelah lulus, tetapi ketika mahasiswa masih belajar,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan green jobs tidak hanya melahirkan jenis pekerjaan baru, tetapi juga mentransformasi pekerjaan yang sudah ada agar lebih berorientasi pada praktik berkelanjutan.
Tak hanya itu, ia juga mencontohkan teknisi listrik, operator produksi, tenaga pengadaan, hingga petugas keselamatan dan kesehatan kerja dapat menjadi bagian dari ekosistem green jobs.
Ia juga mengatakan jika pemerintah menilai pengembangan green jobs memerlukan sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, industri, lembaga pelatihan, akademisi, serikat pekerja, dan masyarakat guna menciptakan talenta yang siap mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau.










