TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto terus mendorong perguruan tinggi agar menjadikan riset sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Selain itu, ia menuturkan jika hasil penelitian harus dapat diterapkan secara nyata dan memberikan dampak berkelanjutan bagi pemberdayaan masyarakat. Ia juga menilai desa binaan merupakan ruang kolaborasi yang ideal bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
“Riset itu tidak hanya berhenti sampai di ruang kelas, tidak hanya berhenti sampai di laboratorium-laboratorium, atau tidak hanya berhenti sampai di paper-paper di jurnal-jurnal ilmiah. Tetapi lebih dari itu, apa yang bisa dikembangkan, apa yang bisa diselesaikan di masyarakat sekitar,” kata Brian pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Tak hanya itu, ia juga mendorong kampus memperluas riset terapan melalui pengembangan teknologi tepat guna dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang difokuskan pada isu-isu strategis, seperti energi terbarukan, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih.
Brian menegaskan, keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya bergantung pada inovasi yang dihasilkan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola dan merawatnya. Karena itu, pelatihan serta sertifikasi bagi pemuda desa dinilai penting untuk membangun kemandirian.
“Desa ini harus sama-sama kita berdayakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyampaikan bahwa program Desa Energi Berdikari terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk perguruan tinggi dan local hero.
Ia mencontohkan pengembangan Desa Energi Berdikari di Pulau Sembur, Kepulauan Riau, yang memanfaatkan energi surya untuk mengoperasikan pabrik es dan cold storage guna mendukung aktivitas nelayan serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.
“Harapannya tentu setiap tahunnya kita bisa menambah partner, menambah kampus yang terlibat, menambah local heroes yang terlibat yang bisa kita ajak bersama-sama membangun desa,” ujar Oki.
Hingga Agustus 2026, Pertamina telah menjalankan 269 program Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 332 program pada akhir 2026, meliputi pengembangan energi baru terbarukan, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat pesisir, pengelolaan lingkungan, dan teknologi tepat guna.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, pemerintah berharap hasil riset tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi mampu memperkuat kemandirian desa sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.










