TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menyebut Indonesia Comic Con (ICC) menjadi salah satu wadah strategis dalam mengembangkan ekosistem pop culture sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Hal tersebut disampaikan Irene saat membuka secara resmi gelaran satu dekade Indonesia Comic Con 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.
Menurut Irene, ajang seperti ICC dapat mempertemukan talenta kreatif lokal dengan pasar yang lebih luas. Hal ini mencakup komikus, ilustrator, kreator konten hingga cosplayer.
"Melalui ajang seperti ini, kami berharap para talenta lokal, mulai dari komikus, ilustrator, kreator konten, hingga cosplayer, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Kementerian Ekraf hadir untuk mewadahi setiap passion yang memiliki nilai ekonomi dan kita bisa melihat perputaran ekonomi lewat acara-acara seperti ini," kata Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 4 Oktober 2026.

Kemudian, Irene menilai kegiatan budaya pop tidak hanya menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas dan passion, tetapi juga dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru atau new engine of growth.
"Acara ini bukan hanya sekadar wadah ekspresi passion anak muda, tetapi juga menjadi new engine of growth yang menggerakkan roda perekonomian lewat berbagai potensi kreatif yang ditampilkan," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap para pelaku kreatif Indonesia tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus panggung internasional.
"Kami berharap teman-teman cosplayer bukan hanya hadir untuk bersatu mengeluarkan passion yang positif. Sudah saatnya Indonesia tak hanya berada di panggung nasional, tetapi juga didorong ke panggung internasional," ungkapnya.
Penyelenggaraan ICC 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja kreatif, memperluas komersialisasi kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kreatif global.
ICC 2026 berlangsung pada 3–4 Oktober 2026. Memasuki edisi ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2015, ajang ini menghadirkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, seperti komik, toys, film, gim, musik, cosplay, dan seni ilustrasi.
Selain pameran dan talk show, ICC 2026 juga menghadirkan artist showcase, Raya Championship of Cosplay, serta Indonesia Cosplay Grand Prix. Pemenang kompetisi nasional tersebut nantinya akan mewakili Indonesia dalam ajang World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang.
Dalam memperluas jejaring internasional, ICC 2026 juga berkolaborasi dengan Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) untuk memfasilitasi pertukaran kreator antarnegara.
Pengembangan IP lokal turut menjadi bagian dari penyelenggaraan ICC 2026, salah satunya melalui karakter superhero "Kapten Sultan" yang terbuka untuk kemitraan lisensi dan kolaborasi lintas industri.










