TVRINews – Jakarta
Strategi Integrasi Hulu-Hilir untuk Tingkatkan Kualitas Tangkapan
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengakselerasi transformasi sektor kelautan nasional melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Inisiatif strategis ini dirancang untuk menciptakan ekosistem perikanan yang terintegrasi, mulai dari proses penangkapan di laut hingga distribusi produk olahan, guna memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah krusial untuk memperbaiki kualitas komoditas perikanan sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan lokal.
Target ambisius pemerintah adalah menyelesaikan pembangunan 1.369 kampung nelayan pada akhir tahun 2026, yang diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 2,8 juta ton produk perikanan.
"Pemerintah menargetkan pengembangan hingga 5.000 titik lokasi hingga tahun 2029 mendatang. Fokus utamanya adalah memastikan produksi nasional meningkat secara signifikan melalui infrastruktur yang lebih baik," ujar Trenggono dalam acara Economic Update 2026 Raby 24 Juni 2026.
Teknologi sebagai Kunci Kualitas
Salah satu tantangan utama yang selama ini dihadapi nelayan tradisional adalah penurunan kualitas tangkapan akibat rantai pendinginan yang tidak memadai. Untuk mengatasi hambatan tersebut, KKP mulai memperkenalkan teknologi slurry ice atau es cair.
Penggunaan teknologi ini memungkinkan nelayan menjaga kesegaran ikan di atas kapal hingga tiga hari, sehingga nilai jual produk di pasar tetap terjaga.
Lebih lanjut, KKP berencana menerapkan sistem manajemen kampung yang profesional serta melengkapi fasilitas di tingkat lokal dengan unit pengolahan mini (mini processing).
Unit ini memungkinkan hasil tangkapan segera dikemas dan divakum di lokasi, guna memperkuat rantai pasok dan meningkatkan tingkat ketelusuran (traceability) produk.
Transformasi Menuju Produk Bernilai Tambah
Upaya integrasi hulu-hilir ini juga mencakup pengembangan produk perikanan siap saji (fast food). Langkah ini bertujuan memotong rantai distribusi yang panjang, yang selama ini sering kali menurunkan kualitas ikan akibat penanganan yang kurang optimal.
Dengan adanya fasilitas pengolahan langsung di pesisir, pemerintah optimistis bahwa standar kualitas ikan yang dihasilkan nelayan Indonesia akan meningkat drastis.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas masalah efisiensi, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang untuk mendongkrak kesejahteraan ekonomi nelayan Indonesia di pasar global.










