TVRINews - Jakarta
Pertemuan strategis dengan delegasi IKAHAN fokus pada stabilitas keamanan kawasan melalui kerja sama bilateral yang konstruktif.
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan delegasi Senior Advisory Group (SAG) dari Ikatan Kerja Sama Alumni Hankam (IKAHAN) Indonesia-Australia di Jakarta.
Pertemuan tersebut menjadi penanda penting bagi keberlanjutan kemitraan pertahanan kedua negara. IKAHAN, sebagai wadah bagi para alumni pendidikan pertahanan Indonesia dan Australia, kembali dikukuhkan perannya sebagai jalur komunikasi formal untuk mempererat hubungan bilateral yang didasari pada prinsip saling menghormati.
Dalam diskusinya, kedua belah pihak menyoroti kontribusi signifikan dialog lintas negara terhadap terciptanya stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pertukaran informasi, tetapi juga sinkronisasi pandangan strategis guna menghadapi tantangan keamanan global yang kian dinamis.
"Peran organisasi seperti IKAHAN sangat krusial sebagai jembatan yang menghubungkan visi strategis pertahanan antarnegara sahabat," ungkap perwakilan dari Biro Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, dalam keterangannya pasca-pertemuan yang dikutip Rabu 24 Juni 2026.
Dalam agenda resmi tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi oleh Wakil Menteri Pertahanan, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, serta Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan. Kehadiran jajaran pimpinan tinggi Kementerian Pertahanan ini menunjukkan komitmen serius Indonesia dalam menjaga relevansi kerja sama pertahanan dengan Australia.
Para pengamat pertahanan menilai, langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Jakarta dalam menempatkan diplomasi pertahanan sebagai pilar utama kebijakan luar negeri Indonesia. Dengan memprioritaskan dialog konstruktif, hubungan antara kedua negara tetangga ini diharapkan terus memberikan dampak positif bagi keamanan regional.










