Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk merombak total kualitas buku ajar nasional dari tingkat sekolah dasar hingga menengah.
Kebijakan ini lahir langsung dari hasil peninjauan lapangan Presiden Prabowo Subianto, yang menyoroti pentingnya kenyamanan fisik buku, peningkatan standar sains, serta penguasaan bahasa asing.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, menegaskan bahwa pembaruan tersebut dirancang bukan sekadar memperbarui tampilan, melainkan membangun fondasi literasi dan budaya membaca sejak dini.
Sumber: @sekretariat.kabinet








