TVRINews, Jakarta
Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) LPP TVRI mendorong transformasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan kompetensi pegawai sekaligus mendukung pematangan TVRI Corporate University (Corpu).
Pembahasan yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026, dihadiri Direktur Utama LPP TVRI Fiki Satari, Kepala Pusdiklat LPP TVRI Herly Marjoni, Ketua Harian ICCN Vicky Arief Herinadharma, serta Amar Alpabet F.Z. yang memimpin Deputi 3 Bidang Data, Riset, dan Indeks Kreatif ICCN.
Dalam pembahasan tersebut, Direktur Utama LPP TVRI Fiki Satari menekankan pentingnya pengembangan kompetensi SDM agar sejalan dengan kemajuan teknologi. Ketersediaan peralatan produksi yang canggih perlu diimbangi dengan kemampuan pegawai dalam mengoptimalkan penggunaannya untuk menghasilkan karya berkualitas.

(Foto: Humas Pusdiklat LPP TVRI)
Peralatan yang sama dapat menghasilkan kualitas karya berbeda bergantung pada kemampuan penggunanya. Karena itu, pengembangan SDM perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi agar pegawai mampu mengoptimalkan fasilitas yang tersedia dan mengembangkan kompetensi untuk menjalankan peran yang lebih beragam.
Kepala Pusdiklat LPP TVRI Herly Marjoni menyampaikan bahwa transformasi Pusdiklat menjadi Corporate University merupakan bagian dari mandat Direktur Utama untuk mendorong pengembangan SDM yang lebih terarah dan berdampak pada kinerja organisasi.
Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan fondasi yang kuat agar transformasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pada akhirnya, kinerja akan meningkat dan nilai kepublikan yang diemban TVRI semakin tinggi. Karena itu, blueprint, arah kebijakan, payung hukum, dan dukungan anggaran perlu disiapkan,” ujar Herly.
Dalam pertemuan tersebut, ICCN turut memaparkan konsep ekosistem digital yang menghubungkan pengembangan talenta, kebutuhan kompetensi, dan pengelolaan pengetahuan. Pemanfaatan AI dapat membantu menganalisis data aktivitas dan pembelajaran pegawai untuk menghasilkan profil talenta yang lebih komprehensif.

(Foto: Humas Pusdiklat LPP TVRI)
Pendekatan identifikasi talenta tidak hanya bertumpu pada hasil asesmen, tetapi juga dapat mempertimbangkan aktivitas dan karya pegawai. Informasi tersebut dapat menjadi bahan analisis untuk mengenali kompetensi yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan selanjutnya.
Selain itu, ekosistem digital yang dipaparkan mencakup integrasi berbagai layanan, seperti Learning Management System (LMS), pusat pengetahuan (knowledge management system), pemetaan talenta, dan pembelajaran yang dipersonalisasi (personalized learning). Integrasi ini memungkinkan berbagai layanan terhubung dalam satu ekosistem dengan akses yang lebih sederhana.
Bagi TVRI, pendekatan tersebut dapat menjadi referensi untuk membangun sistem pembelajaran terintegrasi yang dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi. Sistem ini diharapkan membantu Pusdiklat menghubungkan kompetensi pegawai dengan tantangan strategis lembaga, sekaligus mendorong pemanfaatan pengetahuan dan inovasi di lingkungan kerja.
Melalui inisiatif ini, Pusdiklat LPP TVRI mendorong pengembangan TVRI Corpu sebagai ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pelatihan, tetapi juga mengintegrasikan kebutuhan organisasi, kompetensi pegawai, teknologi, dan pengelolaan pengetahuan untuk meningkatkan kinerja serta kualitas layanan publik.










