TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan 66 rumah sakit di seluruh Indonesia hingga 2029. Selain pembangunan rumah sakit, pemerintah juga merencanakan revitalisasi dan renovasi 407 rumah sakit di berbagai daerah.
Dante mengatakan, pembangunan infrastruktur kesehatan perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang memadai, terutama dokter umum, dokter spesialis, dan tenaga medis lainnya.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit tidak akan optimal apabila tidak didukung tenaga medis yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di setiap daerah.
"Membangun infrastruktur itu mudah, tetapi membangun manusia yang nanti akan mengisi, dokter spesialisnya, dokter umum, tenaga medis, itu yang menjadi esensi utama dari pelayanan," ujar Dante di Gedung D Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya meningkatkan jumlah tenaga medis melalui pendidikan. Perencanaan juga harus memperhitungkan kebutuhan setiap wilayah agar distribusi dokter dan tenaga kesehatan lebih merata.
Dante menjelaskan, penyediaan tenaga medis perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah, termasuk jenis dokter spesialis yang dibutuhkan dan ketersediaan fasilitas kesehatan.
Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk menyelaraskan perencanaan kebutuhan tenaga medis dengan penyediaan lulusan pendidikan kedokteran.
Menurut Dante, kolaborasi tersebut penting agar pembangunan infrastruktur kesehatan berjalan seiring dengan pemenuhan tenaga medis yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan kedokteran dapat menghasilkan perencanaan SDM kesehatan yang lebih terarah.
Dengan demikian, pembangunan dan revitalisasi rumah sakit di berbagai daerah diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.










