TVRINews, Jakarta
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya mengoptimalkan konektivitas udara Indonesia dengan China melalui pengoperasian kembali penerbangan langsung Shenzhen–Jakarta.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemasaran pariwisata Indonesia di pasar China.
Ketersediaan penerbangan langsung diharapkan mempermudah wisatawan menjangkau Indonesia dan melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan.
“Kehadiran dan pengoperasian kembali penerbangan ini menjadi langkah proaktif dalam mengakomodasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Kami berharap, beroperasinya kembali rute ini dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Ayu dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 22 Oktober 2026.
Penerbangan Shenzhen Airlines dengan nomor ZH161 kembali beroperasi dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Pesawat yang digunakan memiliki kapasitas 162 kursi, dengan penerbangan langsung yang menghubungkan Bandara Internasional Bao'an Shenzhen dan Jakarta.
Rute tersebut dijadwalkan beroperasi tiga kali sepekan. Penerbangan dari Shenzhen menuju Jakarta tersedia setiap Senin, Rabu, dan Sabtu, sedangkan penerbangan dari Jakarta menuju Shenzhen dijadwalkan setiap Selasa, Kamis, dan Minggu dini hari.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar, Yulia, menilai pembukaan kembali rute ini menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pasar wisatawan China.
Menurutnya, Jakarta merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan China ke Indonesia selain Bali.
Kemenpar juga melihat potensi pasar tersebut dari tren kunjungan yang terus meningkat.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia mencapai 1.054.007 kunjungan, naik 16,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, sebanyak 905.002 kunjungan.
Pertumbuhan itu menjadi momentum bagi Kemenpar untuk memperkuat kerja sama pemasaran sekaligus meningkatkan kemudahan akses perjalanan bagi wisatawan China.
Dengan konektivitas yang semakin luas, wisatawan diharapkan tidak hanya berkunjung ke Jakarta dan Bali, tetapi juga menjelajahi destinasi lain di Indonesia.
Selain mendorong kunjungan wisatawan, Kemenpar berharap beroperasinya kembali rute Shenzhen–Jakarta dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pariwisata nasional, mulai dari sektor akomodasi, transportasi, perjalanan wisata, hingga berbagai layanan pendukung.
“Ini peluang strategis yang akan kami manfaatkan untuk memaksimalkan momentum positif tersebut dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke depan,” ujar Yulia.










