TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hingga saat ini, sebanyak 3,5 juta liter air telah dijatuhkan melalui operasi water bombing untuk membantu memadamkan titik api di enam provinsi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan operasi water bombing dilakukan oleh satgas udara sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla secara terpadu.
"Satgas udara dengan metode water bombing-nya sudah mendistribusikan atau menjatuhkan 3.500.000 liter air atau 3,5 juta liter air di enam provinsi," ujar Berton dalam konferensi pers, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kemudian, Berton menjelaskan bahwa BNPB saat ini mengerahkan 52 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 14 armada difungsikan untuk patroli dan mendukung operasi modifikasi cuaca, sementara 38 armada lainnya digunakan untuk water bombing.
Namun, pelaksanaan water bombing dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pekatnya asap di sejumlah wilayah yang membuat operasi udara tidak dapat berjalan secara maksimal.
Selain itu, sejumlah armada juga harus menjalani perawatan atau maintenance secara bergantian. Setelah proses perawatan selesai, armada tersebut akan kembali dikerahkan untuk mendukung pemadaman dari udara.
Lebih lanjut, Berton menegaskan operasi udara terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi karhutla di masing-masing wilayah. Armada water bombing dapat dipindahkan ke daerah lain apabila kondisi kebakaran di suatu wilayah mulai menurun dan kebutuhan penanganan di daerah lain meningkat.
"Jumlah ini relatif dinamis. Ketika misalnya di Sumatera bagian selatan sudah lebih menurun, tentu pesawat yang di sini juga dapat digunakan nanti di Jambi ketika proses apinya atau asapnya lebih banyak," ucapnya.
Selain operasi udara, BNPB juga mengandalkan satgas darat untuk melakukan patroli, ground check, pemadaman aktif, hingga pendinginan lahan. Upaya pendinginan terutama dilakukan pada lahan gambut untuk memastikan api tidak kembali muncul dari bagian bawah permukaan tanah.
"Padam di atas di permukaan belum tentu padam di dalam, sehingga ini perlu memang sampai pendinginan dan memastikan tidak ada lagi asap keluar dari lahan gambut yang terbakar tersebut," katanya.
Di sisi lain, BNPB juga terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan curah hujan di wilayah terdampak karhutla. Hingga 28 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 6.200 kilogram garam telah disemaikan di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung.
BNPB mencatat OMC telah memicu hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, di antaranya Bengkalis dan Kepulauan Meranti di Riau, Empat Lawang, Lahat, dan Pagar Alam di Sumatera Selatan, serta sejumlah wilayah di Jambi dan Lampung.
BNPB juga memastikan penanganan karhutla akan terus dilakukan melalui kombinasi operasi darat, water bombing, patroli udara, dan operasi modifikasi cuaca untuk menekan penyebaran titik api serta mencegah kebakaran meluas.










