TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan operasi modifikasi cuaca di Jakarta sebagai langkah mitigasi apabila kualitas udara memburuk akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan secara situasional berdasarkan hasil pemantauan kondisi atmosfer. Menurutnya, hujan buatan hanya dapat dilakukan apabila tersedia awan yang memenuhi syarat untuk disemai.
"Kalau tanpa awan kita tidak bisa melakukan modifikasi cuaca," kata Teuku Faisal dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui kanal YouTube Setpres, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, BMKG bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara selama musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan ground generator di sejumlah titik untuk mendukung proses modifikasi cuaca ketika kondisi memungkinkan.
Menurut Teuku, kualitas udara di Jakarta umumnya mengalami penurunan setelah dua hingga tiga minggu tidak turun hujan. Dalam kondisi tersebut, operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu alternatif untuk memicu hujan sehingga dapat membantu memperbaiki kualitas udara dan menurunkan konsentrasi polutan di atmosfer.
Selain itu, BMKG terus memantau perkembangan cuaca secara real time untuk menentukan waktu yang tepat dalam pelaksanaan operasi. Seluruh proses dilakukan berdasarkan kajian ilmiah agar hasilnya lebih efektif.
Teuku menegaskan, keberhasilan operasi modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi atmosfer, terutama keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Karena itu, operasi tidak dapat dilakukan apabila langit benar-benar cerah tanpa pembentukan awan.
Di samping upaya menjaga kualitas udara di Jakarta, BMKG juga terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi dampak musim kemarau dan perkembangan El Nino di berbagai wilayah Indonesia melalui operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta menjaga ketersediaan air di waduk-waduk nasional.









