TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah melantik sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) serta pejabat struktural dan fungsional di lingkungan kementerian pada Senin, 5 Oktober 2026 hari ini. Di mana, pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan pendidikan tinggi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan global, dan kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco mengatakan jabatan yang diberikan bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi amanah untuk membawa institusi pendidikan tinggi menghadapi berbagai perubahan.
“Pelantikan ini bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan wujud pengukuhan amanah. Terdapat tanggung jawab besar di baliknya, yakni komitmen untuk membawa pendidikan tinggi ke arah yang lebih tanggap terhadap perubahan, relevan dengan kebutuhan zaman, dan berdampak luas bagi peradaban bangsa,” ujar Badri.
Sejumlah pimpinan perguruan tinggi yang dilantik antara lain Bhayu Rhama sebagai Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026–2030, Iwan Aflanie sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat periode 2026–2030, serta Heriad Daud Salusu sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda periode 2026–2030.
Selain itu, Saiful Deni dilantik sebagai Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XII dan Dian Anggraini sebagai Kepala SMA Unggul Garuda Konawe Selatan.
Kemdiktisaintek juga melantik sejumlah pejabat fungsional dan struktural, yakni Diah Aprillya Sari dan Zulpi Nazar sebagai Pranata Keuangan APBN Terampil, Muhammad Khoirul Anam sebagai Arsiparis Terampil, serta Leri Sambora sebagai Pranata Sumber Daya Manusia Aparatur Terampil.
Sementara itu, Dixy Raganata Permana dilantik sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan, sedangkan Retno Kusumastuti sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Pelaporan.
Badri menilai perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), transformasi digital, serta dinamika global telah mengubah pola belajar, bekerja, dan berinteraksi. Perguruan tinggi, kata dia, harus mampu merespons perubahan tersebut dengan memperkuat fungsi sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta.
Dalam kerangka Diktisaintek Berdampak, pimpinan perguruan tinggi dan pejabat di lingkungan Kemdiktisaintek didorong membangun tata kelola yang profesional serta memperkuat kolaborasi.
“Setiap pemimpin perguruan tinggi, pejabat administrasi, pengawas, dan pejabat fungsional pada masa kini, tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi birokrasi, namun juga harus mampu membaca perubahan, membangun jejaring kolaborasi, serta menciptakan budaya kerja yang inovatif dan adaptif,” tegas Badri.
Kemdiktisaintek juga mendorong perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang unggul dan mampu menghadapi perubahan global. Riset yang dihasilkan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Penguatan tata kelola juga menjadi perhatian agar perguruan tinggi dan lembaga layanan pendidikan tinggi dapat memberikan pelayanan yang semakin profesional dan responsif.
Dalam kesempatan tersebut, Kemdiktisaintek turut menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan perguruan tinggi periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan institusi masing-masing.
Melalui pelantikan ini, ia berharap para pejabat dan pimpinan perguruan tinggi diharapkan menjalankan amanah dengan mengedepankan integritas, inovasi, kolaborasi, dan pelayanan publik demi mewujudkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berdampak bagi masyarakat.










