TVRINews, Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan sektor perkebunan nasional melalui penyediaan benih unggul berkualitas. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyetujui pelepasan enam varietas unggul baru dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan Semester I Tahun 2026 di Ciawi, Bogor.
Enam varietas tersebut terdiri dari satu varietas aren, dua varietas tebu, dan tiga varietas cengkeh. Varietas yang disetujui meliputi Aren Neera Kendal, Tebu JW01 UMG NX, Tebu SB11 UMG NX, serta Cengkeh Nusa Amahitu 1, Nusa Amahitu 2, dan Nusa Amahitu 3.
Pelepasan varietas menjadi bagian penting dalam sistem perbenihan nasional karena varietas yang telah disahkan dapat diperbanyak dan dikembangkan secara luas sebagai sumber benih resmi. Langkah ini diharapkan memberikan jaminan mutu benih bagi petani sekaligus menyediakan pilihan varietas yang sesuai dengan kebutuhan budidaya dan pasar.
Direktur Perbenihan Perkebunan yang juga Ketua Tim Penilai Varietas (TPV) Tanaman Perkebunan, Ebi Rulianti, mengatakan seluruh varietas yang disetujui telah melewati tahapan evaluasi secara menyeluruh.
“Setiap varietas yang disetujui telah melalui proses evaluasi yang komprehensif, baik dari aspek keunggulan, stabilitas, maupun potensi pengembangannya. Kami berharap varietas-varietas ini dapat menjadi sumber benih unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas perkebunan nasional,”ujar Ebi dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menambahkan, keberadaan benih unggul menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan hasil produksi dan kualitas komoditas perkebunan. Benih berkualitas dinilai mampu menjadi dasar keberhasilan budidaya sekaligus mendukung keberlanjutan usaha perkebunan rakyat maupun industri.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menegaskan penguatan sistem perbenihan menjadi salah satu prioritas Ditjen Perkebunan dalam mendorong transformasi sektor perkebunan yang lebih produktif dan berdaya saing.
“Perkebunan yang maju harus ditopang oleh benih unggul yang berkualitas. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya varietas-varietas baru yang adaptif, produktif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar,”ungkap Ali Jamil.
Menurutnya, varietas unggul baru juga berperan penting dalam mendukung hilirisasi dan diversifikasi produk perkebunan. Komoditas seperti tebu, cengkeh, dan aren dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.
Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan peningkatan produksi nasional harus didukung inovasi dan penerapan teknologi, termasuk penggunaan benih unggul.
“Kalau kita ingin meningkatkan produksi secara signifikan, kuncinya ada pada benih unggul, teknologi, dan pendampingan yang kuat. Inovasi harus terus didorong agar pertanian dan perkebunan Indonesia semakin maju, modern, dan mampu menyejahterakan petani,”kata Mentan Amran.
Pemerintah optimistis penambahan varietas unggul baru akan memperkuat fondasi sektor perkebunan nasional dalam meningkatkan produktivitas, mempercepat hilirisasi, serta mendukung kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi nasional.










