TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 di Graha Utama Gedung A Kementerian Kebudayaan. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program pelestarian cerita rakyat yang melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Gala Cerita Rakyat Indonesia merupakan program yang mendorong masyarakat untuk mengenal, mendokumentasikan, dan menceritakan kembali cerita rakyat melalui pendekatan digital. Selama periode pengumpulan karya pada 20 April hingga 20 Mei 2026, program ini berhasil menjangkau 30 provinsi dengan total 1.737 karya yang dikirimkan oleh 2.797 peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
Peserta berasal dari kategori anak, remaja, orang tua, pendidik, umum, hingga kelompok inklusi. Mereka mengirimkan video dongeng cerita rakyat menggunakan telepon genggam, membagikannya melalui media sosial, serta mendaftarkan karya melalui laman resmi Gala Cerita Rakyat Indonesia.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi terhadap karya-karya yang mengangkat identitas bangsa melalui tradisi lisan sebagai bagian penting dari objek pemajuan kebudayaan.
Menurutnya, cerita rakyat merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai penting dalam menjaga memori kolektif bangsa.
“Karena itulah cerita rakyat merupakan salah satu warisan budaya yang sangat penting, tetapi kadang-kadang kurang mendapatkan perhatian,”ujar Menbud Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 25 Juni 2026.
Fadli Zon mengajak komunitas pendongeng, pegiat budaya, dan masyarakat untuk terus menjaga serta mengembangkan tradisi bercerita agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Ia menilai Gala Cerita Rakyat Indonesia bukan sekadar program tahunan, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar untuk menghidupkan kembali budaya bertutur di Indonesia.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. (Foto: Kemenbud))
“Di dalam cerita terdapat keteladanan, nasihat, nilai-nilai kehidupan, kejujuran, keberanian, kedermawanan, dan berbagai kebajikan lain yang diwariskan tanpa harus menggurui. Inilah fungsi penting dari dongeng dan storytelling. Karena itu saya berharap kita dapat membangun kolaborasi yang lebih luas bersama berbagai komunitas dan pegiat budaya agar tradisi bercerita kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,”jelasnya.
Ia juga berharap cerita rakyat Indonesia dapat terus berkembang dalam berbagai bentuk karya kreatif, seperti buku, film, animasi, komik, permainan digital, hingga pertunjukan seni. Dengan demikian, cerita rakyat tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada masyarakat dunia melalui berbagai terjemahan bahasa internasional.
“Jika diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa internasional, maka masyarakat dunia akan semakin mengenal kekayaan budaya dan cerita bangsa Indonesia,”tambahnya.
Sementara itu, juri Gala Cerita Rakyat Indonesia, Neno Warisman, menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun gerakan nasional budaya bercerita yang melibatkan generasi muda.
“Kita sedang menyelesaikan proses pembenihan Gerakan Indonesia Bercerita melalui sebuah inkubasi nasional. Setelah proses ini berjalan, kita akan memiliki standar pembudayaan tradisi bercerita di kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha,”ungkap Neno.
Pada puncak acara, Kementerian Kebudayaan memberikan apresiasi kepada enam peserta terbaik dari masing-masing kategori, yakni Anak, Remaja, Orang Tua, Pendidik, Umum, dan Apresiasi Inklusif. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lisan di Indonesia.
Melalui program ini, cerita rakyat dari berbagai daerah tidak hanya didokumentasikan dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh ruang yang lebih luas untuk diakses generasi masa kini. Kementerian Kebudayaan menilai keterlibatan keluarga, pendidik, komunitas, dan generasi muda menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan berencana mencanangkan GALA Indonesia Bercerita 2027 sebagai gerakan nasional budaya dan pengasuhan berbasis cerita. Program tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya bercerita sebagai sarana pembentukan karakter, pelestarian budaya, serta penguatan hubungan antargenerasi sehingga cerita rakyat Indonesia terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.










