TVRINews, Jakarta
Pengembangan sepatu lari tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga pemilihan material dan konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelari.
Perbedaan medan, mulai dari jalan raya hingga jalur tanah dan bebatuan, membutuhkan karakteristik sepatu yang berbeda.
Pada kategori road running, Hyperfuse 4.0 dikembangkan untuk menunjang latihan harian. Hypersonic 3.0 menggunakan pelat karbon untuk kebutuhan latihan dan kompetisi, sedangkan Lunar 2.0 termasuk kategori super performance trainer dengan penyesuaian pada bagian busa dan upper atau bagian atas sepatu.
Sementara, TerraFUSE, TerraGLIDE, dan TerraPEAK merupakan model untuk lintasan trail running. Sepatu untuk medan ini perlu mempertimbangkan daya cengkeram sol, pola tonjolan atau lug pada bagian bawah, serta perlindungan di area ujung kaki (toe cap).
Senior Brand Manager Ortuseight Yuda Amardika menjelaskan daya tahan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan material sepatu. Hal tersebut, menurut dia, berkaitan dengan kebutuhan konsumen yang menginginkan sepatu tetap awet meski digunakan secara rutin.
“Kebetulan, dari tiga sepatu ini, dua di antaranya menggunakan material CPU rubber yang lebih awet,” ujar Yuda, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia mengatakan pertanyaan mengenai ketahanan sepatu menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses pengembangan produk.
“Karena berdasarkan survei yang kami lakukan, banyak konsumen Indonesia yang selalu bertanya, ‘Sepatunya awet enggak?’ Karena itu, kami berpikir bagaimana caranya menghadirkan sepatu yang durable atau tahan lama,” kata Yuda.
Selain material sol, penyesuaian juga dilakukan pada beberapa komponen sepatu, termasuk bagian atas, sol dalam, dan sol luar. Perubahan tersebut mempertimbangkan karakteristik material serta daya tahan sepatu selama digunakan.
“Kami juga melakukan sejumlah penyesuaian, baik pada bagian upper, material insole, maupun outsole. Semua itu kami pertimbangkan dari sisi durabilitas agar sepatu bisa digunakan lebih lama,” ujar Yuda.
Dalam sepatu lari, setiap komponen memiliki fungsi berbeda. Bagian upper berkaitan dengan kenyamanan dan kesesuaian sepatu pada kaki, sedangkan insole menjadi lapisan yang bersentuhan langsung dengan telapak kaki.
Adapun outsole berperan dalam kontak sepatu dengan permukaan lintasan, termasuk dalam hal daya cengkeram dan ketahanan terhadap gesekan.
Karakteristik tersebut perlu disesuaikan dengan jenis aktivitas. Sepatu untuk jalan raya, misalnya, perlu mendukung kenyamanan saat digunakan berulang kali untuk latihan. Sementara, sepatu trail running membutuhkan konstruksi sol yang sesuai dengan kondisi permukaan yang lebih beragam.
Pemilihan sepatu pada akhirnya perlu mempertimbangkan medan, intensitas pemakaian, kenyamanan, dan ketahanan material. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan kesesuaian sepatu dengan kebutuhan pelari, baik untuk latihan harian maupun kompetisi.










