TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) sebagai program pengembangan dan regenerasi kepemimpinan bagi perguruan tinggi di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi menyiapkan pemimpin kampus yang mampu mendorong transformasi pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045.
AKPT diselenggarakan sebagai ruang pembelajaran sekaligus kolaborasi antara pimpinan perguruan tinggi dengan calon pemimpin potensial. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas kepemimpinan, tetapi juga memperkuat jejaring, berbagi praktik baik, serta mendorong perubahan nyata di lingkungan perguruan tinggi.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, mengatakan perguruan tinggi harus dipandang sebagai aset strategis pembangunan nasional karena memiliki peran penting dalam melahirkan talenta, pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
“Pendidikan tinggi perlu ditegakkan sebagai infrastruktur strategis pertumbuhan, menghasilkan talenta, pengetahuan, teknologi, inovasi, perusahaan dan sebagainya,” ujar Fauzan kutip Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, paradigma pendidikan tinggi perlu bergeser dari sekadar menghasilkan lulusan menjadi institusi yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan produktivitas bangsa. Keberhasilan kampus, lanjutnya, harus diukur dari dampaknya terhadap inovasi, industri, daya saing, hingga penciptaan lapangan kerja.
Mengusung tema “Mengintegrasikan Kearifan Lokal Menuju Kepemimpinan Global yang Berdampak”, AKPT menempatkan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi kepemimpinan yang relevan di tingkat internasional. Melalui pendekatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu berkembang secara global tanpa kehilangan identitas dan kedekatannya dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan kunci dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Perguruan tinggi adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Jadi pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh Bapak Presiden itu adalah sesuatu yang kuncinya kita,” kata Stella.
Ia menambahkan setiap perguruan tinggi perlu memiliki visi, strategi, dan kekhasan yang jelas sesuai potensi masing-masing. Dengan demikian, setiap kampus dapat membangun keunggulan yang berbeda namun tetap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
AKPT Tahap I berlangsung pada 7–8 September 2026 di Kantor Kemdiktisaintek dan Universitas Bina Nusantara (BINUS). Rangkaian kegiatan menghadirkan pembahasan mengenai kepemimpinan perguruan tinggi kelas dunia, masa depan pendidikan tinggi, transformasi ekonomi, geopolitik, tata kelola, hingga penguatan daya saing global.
Program ini turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional sebagai narasumber, di antaranya Mohammad Nuh, Rachmat Pambudy, Ace Hasan Syadzily, Mohamad Nasir, Harjanto Prabowo, serta Cedomir Nestorovic.
Melalui AKPT, Kemdiktisaintek berharap tercipta ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang berkelanjutan, sehingga perguruan tinggi Indonesia semakin unggul, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan nasional.










