TVRINews, Aceh Tamiang
Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan permainan gim papan dapat menjadi salah satu media untuk membantu memulihkan trauma anak-anak yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Hal itu disampaikan Riefky saat menghadiri program "Riang dan Kreatif Dalam Permainan Gim Papan" yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut diikuti 50 siswa terdampak bencana.
"Kehadiran kami hari ini atas arahan Presiden dalam upaya pemberdayaan ekonomi pascabencana. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif, masyarakat terdampak bencana, khususnya para siswa akan diajak bermain gim papan sebagai media pemulihan trauma," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip Minggu, 13 September 2026.
Menurutnya, permainan tidak sekadar menjadi sarana hiburan bagi anak-anak. Gim papan juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pemulihan emosional, memperkuat interaksi sosial, serta membangun kembali rasa percaya diri dan optimisme anak setelah menghadapi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, Riefky turut bermain gim papan lokal, yakni Sekata dan Superfood, bersama para siswa. Kedua permainan tersebut merupakan produk subsektor permainan yang dirancang ramah anak dan mudah dipahami.
"Inilah esensi dari ekonomi kreatif: kolaborasi. Lewat boardgame atau permainan gim papan seperti Sekata dan Superfood, diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk mengasah berbagai keterampilan anak, sekaligus siap dipraktekkan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar maupun komunitas," katanya.
Selain membantu proses pemulihan anak, Riefky menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan memperluas jangkauan pasar gim lokal Indonesia, khususnya ke luar Pulau Jawa.
Program ini merupakan bagian dari gerakan Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya. Kegiatan tersebut juga menjadi implementasi Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan 103 kegiatan dengan target 5.788 penerima manfaat.
Hingga saat ini, sebanyak 30 kegiatan telah terlaksana dengan menjangkau 2.216 peserta. Sementara 73 kegiatan lainnya menyasar 3.572 peserta dan ditargetkan selesai secara bertahap hingga akhir tahun.
Kegiatan di Aceh Tamiang juga memanfaatkan ruang publik terdampak banjir, seperti area Tribun Bupati Aceh Tamiang, sebagai pusat aktivasi kreatif.
Melalui pendekatan berbasis ekonomi kreatif tersebut, Kementerian Ekraf mendorong pemulihan masyarakat pascabencana tidak hanya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga melalui penguatan sumber daya manusia dan pemulihan kondisi sosial anak-anak terdampak.










