TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyambut baik inisiatif pemerintah dalam meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para siswa, baik di sekolah reguler maupun Sekolah Rakyat. Menurutnya, program ini sangat penting sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan fisik peserta didik dalam menjalani kegiatan belajar.
"Selama tidak mengganggu alokasi anggaran prioritas lainnya, program ini penting untuk memastikan bahwa anak-anak secara fisik benar-benar siap mengikuti pendidikan," ujar Fikri dalam keterangan yang dikutip, Senin, 7 Juli 2025.
Ia menekankan bahwa program CKG akan memberikan data awal mengenai kondisi kesehatan siswa, yang sangat berguna bagi pemerintah dan sekolah untuk menyusun langkah-langkah lanjutan bersifat preventif. Hal ini bisa berupa penerapan pola hidup sehat, pemberian makanan bergizi, dan peningkatan kegiatan olahraga, ketimbang hanya fokus pada penanganan penyakit.
"Kalau datanya sudah tersedia sejak awal, maka yang perlu dilakukan bukan lagi program kuratif, tapi preventif. Ini bisa berdampak pada efisiensi anggaran kesehatan ke depan," jelasnya.
Fikri berharap pelaksanaan program ini berjalan lancar dan menjangkau semua siswa di berbagai jenjang, termasuk di Sekolah Rakyat yang umumnya dihuni oleh anak-anak dari kelompok rentan.
Sebagai informasi, pelaksanaan awal Program Cek Kesehatan Gratis dimulai dari Sekolah Rakyat pada Juli 2025, kemudian dilanjutkan di sekolah-sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta madrasah pada Agustus mendatang.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, juga mendukung penuh program ini. Ia menilai hasil pemeriksaan kesehatan siswa bisa menjadi dasar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.
“Hasil dari cek kesehatan ini nantinya akan digunakan untuk membangun kebijakan sekolah sehat,” kata Mu’ti.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menambahkan bahwa penerapan program ini sangat krusial, terutama di Sekolah Rakyat yang berbasis asrama. Ia mengatakan, deteksi dini kondisi kesehatan siswa dapat mencegah penularan penyakit di lingkungan tempat tinggal bersama.
“Karena sifatnya asrama, maka persoalan kesehatan harus diidentifikasi sejak awal agar bisa segera ditangani,”tuturnya.
Baca juga: Stella Christie, Wamen Dikti Sainstek Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Garuda di Wakatobi










