TVRINews – Jakarta
Ribuan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia menggelar aksi damai menolak desakan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah
Gelombang aksi massa dari berbagai lapisan masyarakat terjadi di sejumlah daerah di Indonesia pada Sabtu 20 juni 2026. Para peserta aksi, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga orang tua murid, turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan agar pemerintah tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi ini merupakan respons atas tuntutan sejumlah kelompok mahasiswa yang mendesak penghentian program strategis nasional tersebut menyusul adanya isu penyimpangan di tingkat pusat. Namun, bagi masyarakat di daerah, program ini dipandang sebagai instrumen vital bagi kesehatan anak dan penggerak ekonomi lokal.
Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, lebih dari 10.000 warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) memadati kawasan depan gedung DPRD setempat. Mereka membawa pesan agar kebijakan yang menjadi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto ini tetap dipertahankan.
Massa melakukan long march dari kawasan Universitas Jember menuju Gedung DPRD sambil membawa spanduk dan poster dukungan terhadap keberlanjutan MBG.
Berdasarkan kalkulasi dari 209 unit SPPG di Jember, potensi massa dari sektor pegawai dapur saja mencapai 9.823 orang. Mereka merasa masa depannya terancam jika tuntutan mahasiswa untuk menghapus program ini dikabulkan pemerintah.
Dendi, seorang pegawai dapur di Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Kalisat, mengungkapkan kekhawatiran mengenai masa depannya jika program tersebut dihentikan.
"Saya ini karyawan MBG. Kalau programnya ditutup, saya juga enggak bisa bekerja. Apalagi anak saya juga dapat MBG dari pemerintah," ujarnya di sela aksi.
Sentimen serupa disampaikan Yunita, pekerja SPPG asal Jombang. "Susah mau cari pekerjaan lainnya kalau SPPG ditutup. Berharap pemerintah melalui DPRD bisa tetap lanjutkan MBG," tuturnya.
Di Kota Malang, ribuan warga menggelar 'Apel Akbar' di Bundaran Tugu. Koordinator MBG Malang Raya, Djoni Sudjatmoko, menegaskan bahwa penegakan hukum atas dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) tingkat pusat tidak sepatutnya menghentikan program yang memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat akar rumput.
"Itu kan sudah diselesaikan oleh pemerintah, dibersihkan di atas. Tapi di lapangan, ini kan berjalan sudah sangat baik gitu. MBG ini adalah amanat janji kampanye, ya, harus dilaksanakan," tegas Djoni.
Dukungan pun mengalir dari kalangan anak-anak. Ali Solihin, seorang siswa sekolah dasar di Medan, menyampaikan harapannya secara lugas. "Terima kasih Bapak Prabowo Subianto atas MBG-nya dan semoga dilanjutkan. Kakak mahasiswa jangan rampas hak kami," kata Solihin.
Para demonstran menekankan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan program harus dilakukan tanpa harus mengorbankan manfaat yang telah dirasakan oleh puluhan juta penerima serta pelaku ekonomi yang terlibat dalam rantai pasok dapur gizi di seluruh Indonesia.










