TVRINews, Banten
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggelar Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Khitanan Ceria Bersama InJourney Airports 2026 di Area Parkir Timur Gedung Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 200 anak dari 20 desa dan kelurahan yang tersebar di lima kecamatan sekitar bandara. Selain memberikan layanan khitan gratis, penyelenggara juga memberikan edukasi keselamatan penerbangan kepada 200 orang tua peserta.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan edukasi diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan keselamatan penerbangan, terutama selama masa libur sekolah.

“Karena saat ini adalah periode libur anak sekolah dan kami mengharapkan anak-anak tidak kemudian melakukan kegiatan-kegiatan yang tadi. Permainan-permainan atau layang-layang maupun drone maupun laser. Sehingga itu berdampak pada keselamatan di kawasan keselamatan penerbangan,” terang General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, saat ditemui di Area Parkir Timur Gedung Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 20 Juni 2026.
Heru menjelaskan sebagian besar peserta khitan merupakan anak usia sekolah dasar.
“Sehingga kami mengumpulkan dari 200 orang tua yang kami berikan edukasi dan sosialisasi terkait dengan keselamatan penerbangan,” lanjutnya.
Bandara Soekarno-Hatta saat ini melayani sekitar 150.000 penumpang per hari dengan rata-rata 1.100 pergerakan penerbangan setiap hari. Edukasi keselamatan penerbangan dinilai penting untuk mengurangi potensi gangguan operasional penerbangan akibat aktivitas masyarakat di sekitar bandara.
Dalam pelaksanaannya, PT Angkasa Pura Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Dana Mustadhafin sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi tersebut telah berlangsung sejak 2015 melalui berbagai program sosial di bidang kesehatan. Manajer Dana Mustadhafin, Eko Nugroho, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal agar kegiatan berjalan lancar.
“Kami mempersiapkan seluruhnya dengan cukup baik, sehingga kami berharap kegiatan pada hari ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak Angkasa Pura telah mempercayakan kepada Dana Mustadafin, sebagai lembaga sosial dan kemanusiaan untuk berkolaborasi memberikan manfaat bagi Masyarakat,” terang Eko.
Eko menyebut jumlah penerima manfaat program terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 200 anak mengikuti khitanan massal dengan dukungan puluhan tenaga medis dan relawan. Ia menambahkan sebanyak 52 relawan diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, terdiri atas tenaga medis dan relawan pendukung.
Menurut Eko, metode khitan yang digunakan merupakan metode laser yang dinilai mampu mempercepat proses penyembuhan.
“Kalau bahasa masyarakat, laser. Kenapa memilih laser? Karena meminimalisir pendarahan. Jadi kalau dengan kondisi normal itu sekitar 3-4 hari sudah kering. Sehingga proses penyembuhan relatif lebih cepat,” katanya.
Selain mendapatkan layanan khitan gratis, peserta juga menerima berbagai perlengkapan dan bingkisan, mulai dari t-shirt, sarung, celana khitan, peci, makanan ringan, mainan, uang santunan, hingga obat pascakhitan.
Eko menjelaskan tema Khitanan Ceria dipilih untuk mengubah pandangan anak-anak terhadap proses khitan.
“Jadi memberi kesan bahwa hitanan itu menyenangkan dan menceriakan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, PT Angkasa Pura Indonesia juga menyalurkan bantuan TJSL non-PUMK kepada tiga lembaga dengan total nilai Rp166,18 juta. Bantuan tersebut meliputi pembangunan saluran air penanganan banjir untuk SMP Negeri 2 Kosambi sebesar Rp66,3 juta, pembangunan toilet Masjid Al Muhajirin Batujaya Tangerang sebesar Rp58,58 juta, serta bantuan perlengkapan makan bagi anak yatim Yayasan Satu Benih Tenjo sebesar Rp46,3 juta.
Dengan anggaran Khitanan Ceria sebesar Rp350 juta dan bantuan sosial Rp166,18 juta, total nilai program sosial yang disalurkan dalam kegiatan ini mencapai lebih dari Rp516 juta.
Program Khitanan Ceria telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya sejak 2024 dan rutin digelar setiap masa liburan sekolah sebagai upaya mendukung kesehatan serta kesejahteraan masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.










