TVRINews, Jakarta
Memasuki pekan pertama bulan April, Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat beberapa kejadian bencana hingga Rabu, 2 April 2025, pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Laporan pertama mencatat peristiwa banjir di Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Senin, 31 Maret 2025, yang berdampak pada rumah warga. Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Aih Badak hingga menggenangi dua desa, yakni Desa Rerebe dan Desa Badak di Kecamatan Dabun Gelang.
Banjir juga merendam 13 hektar lahan persawahan serta satu hektar lahan kebun jagung milik warga. Pantauan visual di lapangan menunjukkan bahwa banjir mulai berangsur surut.
Berikutnya, banjir melanda tiga desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 1 April 2025. Banjir yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu merendam 19 rumah.
Wilayah terdampak meliputi Desa Kabonga Kecil dan Desa Kabonga Besar di Kecamatan Banawa serta Desa Batusuya di Kecamatan Sindue Tambusabora. Saat ini, banjir masih menggenangi badan jalan, dan warga bergotong royong membersihkan material lumpur yang terbawa saat banjir.
Di Jawa Tengah, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, pada Selasa, 1 April 2025. Peristiwa ini menyebabkan jalan raya Purwodadi-Blora tergenang air, serta berdampak pada 19 rumah warga.
Kenaikan air pasang laut atau banjir rob dilaporkan terjadi di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa, 1 April 2025, pukul 13.30 hingga 15.00 WITA.
Akibatnya, 100 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter di Desa Pasimarannu, Kecamatan Sinjai Timur. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa banjir sudah mulai berangsur surut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terutama dalam momentum libur Lebaran. Diharapkan masyarakat mengetahui potensi risiko bencana di lokasi tujuan mudik atau wisata dengan memantau informasi melalui aplikasi InaRisk.
Selain itu, disarankan untuk menghindari wisata air apabila cuaca terlihat mendung dan mengenali kondisi alam sekitar. Pastikan untuk mengecek prakiraan cuaca serta potensi risiko daerah tujuan sebelum bepergian melalui sumber informasi resmi seperti InaRisk dan InfoBMKG.










