TVRINews, Kebumen
Presiden Prabowo Subianto Meninjau Panen Raya 75 Ton Udang Vaname Berkelanjutan di BUBK Kebumen untuk Perkuat Sektor Perikanan Nasional.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya komoditas udang vaname ke-8 yang diselenggarakan di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu 23 Mei 2026.
Agenda ini merupakan kelanjutan dari rangkaian panen parsial yang sebelumnya telah sukses dieksekusi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pada fase panen raya kali ini, total produksi udang vaname di kawasan tersebut ditargetkan mampu menyentuh angka 75 ton.

(Presiden Prabowo Meyaksikan Langsung Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Kebumen, 23 Mei 2026. [Foto: Youtube Setpres])
Sejumlah pejabat tinggi negara tampak mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja tersebut. Di antaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Sebelumnya, KKP mencatat telah berhasil merampungkan fase panen parsial ketiga di lokasi yang sama pada 1 Mei 2026 lalu.
Dalam tahap interm tersebut, pemanenan dilakukan pada sembilan kolam budidaya dengan proyeksi hasil mencapai 4,2 ton per kolam, di mana udang yang dihasilkan rata-rata memiliki ukuran panjang antara 35 hingga 40 sentimeter.

(Presiden Prabowo Menerima Penjelasan Dari Menteri KKP [Foto: Youtube Setpres])
Berdasarkan data resmi dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Sabtu 23 Mei 2026, skema BUBK merupakan sebuah inovasi strategis dalam pengelolaan tambak modern.
Model ini diintegrasikan tidak hanya untuk memacu produktivitas komoditas secara signifikan, tetapi juga untuk tetap memprioritaskan kelestarian ekosistem dan daya dukung lingkungan sekitar.
Pencapaian di BUBK Kebumen ini dinilai menjadi momentum krusial bagi kebangkitan sektor perikanan domestik, khususnya melalui standarisasi budidaya udang modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Seluruh komoditas udang vaname yang dipanen dalam siklus ini dilaporkan memiliki kualitas standar pasar internasional. Bahkan, sejumlah korporasi dan pembeli luar negeri dikabarkan datang langsung ke lokasi tambak untuk memverifikasi kualitas hasil produksi tersebut.
Selain diproyeksikan mampu mendongkrak performa produksi perikanan di tingkat nasional, keberadaan infrastruktur budidaya modern di Kebumen ini juga ditargetkan menjadi stimulus baru bagi perekonomian regional, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).










