TVRINews, Surabaya
Upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global kembali ditunjukkan melalui pelepasan 3.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 600 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di luar negeri.
Kegiatan tersebut berlangsung di Surabaya beberapa waktu lalu dan menampilkan berbagai kisah inspiratif para lulusan yang siap menembus pasar kerja internasional.
Salah satu cerita datang dari alumni LKP NCL Madiun, Arum Tri Wulandari, yang akan bekerja di Apollon Hotel, Albania, Eropa Timur, sebagai commis di bidang kuliner. Ia mengaku termotivasi untuk menambah pengalaman kerja sekaligus membantu perekonomian keluarga.
“Pastinya saya sangat semangat bisa bekerja ke luar negeri karena ingin mendapatkan pengalaman internasional dan membantu ekonomi keluarga,”kata Arum dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Mei 2026.
Arum menjelaskan, selama satu tahun mengikuti pelatihan di NCL Madiun, ia mendapatkan pembekalan berbasis praktik sesuai standar industri. Ia juga telah menyelesaikan magang di Batam sebelum akhirnya dinyatakan siap bekerja di luar negeri melalui program yang telah dipersiapkan secara intensif.
Direktur NCL Madiun, Sudarto, menyampaikan bahwa lembaganya telah menjalin kerja sama dengan berbagai hotel dalam dan luar negeri. Tahun ini, sebanyak 42 lulusan NCL tidak hanya berangkat ke Eropa Timur, tetapi juga ke Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.
“Kami sejak awal memang memfokuskan pembelajaran untuk kebutuhan kerja luar negeri. Kurikulum kami berbasis industri dengan melibatkan praktisi langsung,”ungkap Sudarto.
Kisah lain datang dari Muhammad Faiz Setyono, lulusan SMKN 2 Jiwan, Kabupaten Madiun, yang akan bekerja di Jepang. Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak kelas 12 dengan mempelajari bahasa, budaya kerja, serta kemampuan adaptasi.
“Saya memang sudah lama ingin bekerja di luar negeri. Ini kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman kerja global,”ujar Faiz.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan sekolah dan orang tua sangat membantu dalam proses persiapan keberangkatannya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Jiwan, Lamijan, menjelaskan bahwa sekolah telah menerapkan pemetaan karier sejak dini untuk mempersiapkan lulusan sesuai minat dan peluang kerja.
Menurutnya, strategi tersebut diperkuat dengan pelatihan bahasa, penguatan kompetensi, serta menghadirkan industri sebagai guru tamu di sekolah.
“Kami mempercepat pemetaan karier sejak semester empat agar persiapan lebih matang, termasuk untuk lulusan yang ingin bekerja ke luar negeri,”kata Lamongan.
Lamijan menambahkan, sejak 2009, lulusan SMKN 2 Jiwan telah mulai bekerja di luar negeri. Jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan tujuan negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.
Tahun ini, tercatat 24 lulusan SMKN 2 Jiwan siap diberangkatkan untuk magang maupun bekerja di luar negeri.
Dari sisi kebijakan, pemerintah terus memperkuat pendidikan vokasi melalui peningkatan kompetensi, pelatihan berbasis industri, dan pendampingan penempatan kerja agar lulusan siap bersaing secara global.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa SMK dan LKP memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills.
“Selain keterampilan teknis, kemampuan beradaptasi, etika, bahasa, dan pemahaman budaya kerja menjadi hal penting dalam dunia kerja global,”ungkap Tatang.
Ia menambahkan bahwa berbagai program pemerintah terus diarahkan untuk memastikan lulusan SMK dan LKP mampu beradaptasi dan sukses bekerja di pasar global.










