TVRINews, Nias
Senyum hangat dan rasa syukur terpancar dari wajah warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) Faekhunaa di ujung utara Pulau Nias, Sumatera Utara. Di tengah keterbatasan akses dan kehidupan sederhana, bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) perlahan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat adat setempat.
Salah satu warga, Agus Lina Hulu atau yang akrab disapa Ina Fance, mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat KAT di wilayahnya.
"Kami ingin sejahtera, bantuan yang diberikan Kemensos ini sangat bermanfaat untuk hidup kami," ujar Ina Fance dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman Kemensos, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kemudian ia menjelaskan, berbagai bantuan yang diberikan Kemensos mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kini warga telah memiliki balai sosial sebagai tempat berkumpul, fasilitas air bersih, hingga MCK yang membantu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
"Semenjak ada bantuan dari Kemensos hidup kami warga KAT Faekhuna’a banyak berubah, punya air bersih dan MCK, balai sosial juga kita manfaatkan untuk berkumpul. Kita juga dapat barang-barang kebutuhan rumah," ucapnya.
Tidak hanya bantuan sarana dasar, warga KAT Faekhunaa juga menerima program pemberdayaan berupa budidaya ikan lele. Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan ke depan.
Perubahan perlahan mulai terlihat di tengah kehidupan masyarakat adat tersebut. Meski modernisasi terus berkembang, warga tetap menjaga nilai dan tradisi adat yang telah diwariskan turun-temurun.
Kehidupan di KAT Faekhunaa menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat dan menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.










